Bantuan tanggap darurat dampak bencana pancaroba disiapkan Sumsel

id bantuan tanggap darurat,bencana,pancaroba,sumsel

MRI-ACT Sumsel sedang memberikan bantuan paket pangan kepada warga prasejahtera di Kota Palembang, Senin (2/9). (FOTO ANTARA/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyiapkan bantuan tanggap darurat untuk mengantisipasi terjadinya masalah sosial akibat dampak bencana yang kemungkinan timbul pada musim peralihan dari kemarau ke musim hujan atau pancaroba sekarang ini.

"Bantuan tanggap darurat yang disiapkan itu antara lain dalam bentuk bahan makanan dan dana rehabilitasi rumah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana," kata Sekda Sumsel Nasrun Umar, di Palembang, Senin.

Dia menjelaskan, pada musim pancaroba biasanya sering turun hujan disertai angin kencang, kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan menyiapkan bantuan untuk masyarakat jika terjadi bencana.

"Selama musim pancaroba ini perlu diantisipasi bencana banjir, tanah longsor dan angin langkisau atau puting beliung," ujarnya.

Jika masyarakat mengalami bencana alam tersebut, katanya, akan diberikan bantuan tanggap darurat sehingga dapat dicegah timbulnya masalah sosial seperti rawan pangan dan tidak mampu memperbaiki rumah mereka yang rusak.

Bantuan ini sifatnya sebagai perlindungan sosial kepada masyarakat yang benar-benar layak menerimanya, untuk menyalurkannya akan dilakukan secara selektif sehingga tepat sasaran.

Ia menjelaskan beberapa daerah berpotensi terjadinya bencana tanah longsor yang menjadi pusat perhatian seperti Kabupaten Lahat, Empat Lawang dan Kota Pagaralam, mengingat daerah tersebut berada di dataran tinggi.

Sedangkan daerah yang kemungkinan berpotensi terjadinya bencana banjir adalah yang berada di kawasan dataran rendah seperti Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Masyarakat yang berada di daerah tersebut diimbau agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana itu sehingga diharapkan permasalahan sosial akibat dampak bencana tersebut dapat dihindari atau paling tidak bisa diminimalisasikan, demikian Nasrun Umar.

Baca juga: Asap karhutla parah lagi, BPBD-satgas gabungan Sumsel cegah maksimal

Baca juga: Dinsos Sumsel rekrut sukarelawan siaga bencana

Baca juga: Stok beras bantuan bencana di Sumsel dipastikan cukup

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar