Penyu dan tukik dicuri dari Konservasi Penyu Sindu Dwarawati

id penyu,tukik,konservasi tukik bali,dicuri

Warga melepas Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) saat rangkaian kegiatan Bali's Big Eco Weekend 2019 di Pantai Seminyak, Badung, Bali, Sabtu (27/7/2019). Festival tahunan tersebut mengadakan berbagai kegiatan peduli lingkungan pantai seperti pelepasan Tukik (bayi Penyu) dan aksi bersih pantai. ANTARA /Fikri Yusuf/hp.

Denpasar (ANTARA) - Sembilan ekor penyu dan 15 ekor tukik, dicuri pada Senin (21/10) sekitar pukul 03.00 Wita oleh seseorang yang diduga Warga Negara Asing, di Konservasi Penyu Sindu Dwarawati.

"Saya pas patroli mencari jejak penyu bertelor, setelah mencari jejak itu masuk konservasi dan lihat di kolam sudah tidak ada penyunya, jadi kemarin itu, hilang ada tiga jenis, untuk penyu hilang 9 ekor dan tukik ada 15 ekor," kata Pengurus Konservasi Penyu, I Made Winarta, di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan untuk jenis penyu yang hilang, terdiri dari jenis penyu lekang dengan ukuran 45 cm sebanyak satu ekor, penyu sisik dengan ukuran 35 cm satu ekor, penyu hijau ukuran 35 cm satu ekor, penyu lekang 20 cm tiga ekor, penyu sisik 10 cm tiga ekor. Sedangkan untuk jumlah tukik yang hilang itu ada 15 ekor umur 3 bulan.

Baca juga: Polres Jembrana gagalkan penyelundupan penyu

Baca juga: Polairud tangkap 10 nelayan pemburu penyu


Made Winarta mengatakan untuk total penyu yang masih tersisa di konservasi yaitu enam ekor, yang berusia 4 sampai 5 tahun. Untuk yang berusia 8 bulan ada empat dan sisanya dicuri. Ada juga yang berusia satu tahun tinggal satu ekor. Sedangkan untuk jumlah tukik yang masih tersisa ada sekitar 150 ekor.

"Yang datang ke sini, kadang rame kadang juga sepi, tapi dominan wisatawan asing yang datang," jelasnya.

Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Nyoman Wirajaya membenarkan terkait laporan pencurian penyu dan tukik di Konservasi Penyu Sindu Dwarawati.

"Kemarin (21/10), pada kejadian hampir di areal TKP itu kondisinya masih sepi sekali, karena wilayah terdekatnya baru buka jam 10.00 pagi, jadi kita nggak dapat saksi lain lagi selain pengurus yang berada di sana yang memiliki kawasan konservasi itu," katanya di Polsek Densel.

Untuk kerugiannya diperkirakan sekitar Rp15 juta. Kejadian ini juga merupakan kali pertama di yang terjadi di Konservasi Penyu tersebut.

"Karena dari rekaman nya itu masih kelihatan sedikit seperti orang asing, tapi kita tidak berani pastikan kecuali sudah tertangkap baru berani memastikan, dan ada satu orang," ucapnya.

Pihaknya mengatakan saat ini sedang dalam proses penyelidikan terkait pelaku pencurian penyu dan tukik tersebut.

"Kebetulan kasus - kasus sebelumnya kan masih konvensional, ada yang untuk upacara adat, ada juga dipelihara lagi," kata Nyoman Wirajaya.

Baca juga: Masyarakat Yenbekaki lepas tukik penyu belimbing ke laut

Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar