PLN UIW NTB promosikan Kawis Krisant pada Festival PLN Peduli

id Kawis Krisant,PLN UIW NTB,Kebon Lelang

PLN UIW NTB promosikan Kawis Krisant pada Festival PLN Peduli

Siti Aisyah, penggagas Kawis Krisant (kanan), memberikan gambaran tentang Kawis Krisant kepada pengunjung Festival PLN Peduli di Jakarta. ANTARA/HO-PLN/aa.

Mataram (ANTARA) - PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mempromosikan Kawasan Wisata Kreatif Sampah Terpadu (Kawis Krisant) Kebon Lelang Mataram pada ajang Festival PLN Peduli 2019 di Jakarta.

Senior Manager Sumber Daya Manusia dan Umum PLN UIW NTB, Sumarno mengatakan, di Mataram, Kamis  pengikutsertaan Kawis Krisant pada ajang Festival PLN Peduli merupakan salah satu bentuk promosi dan dukungan PLN UIW NTB mengenalkan Kawis Krisant di tingkat nasional.

"Harapannya dengan kegiatan ini Kawis Krisant bisa semakin dikenal, tidak hanya di Lombok dan NTB tetapi di seluruh Indonesia," kata Sumarno.

Baca juga: Gorontalo kini punya Sekolah Sungai

Kesempatan tersebut didapat karena keberhasilan sinergi PLN dan Kawis Krisant meraih penghargaan Kategori Kota dan Permukiman Berkelanjutan pada Indonesia Social Development Goal Awards 2019.

Kebon Lelang merupakan sebuah kampung yang berada di Ampenan, Kota Mataram yang dahulu dikenal sebagai kawasan kumuh. Namun berkat kerja sama antara Siti Aisyah, penggagas Kawis Krisant dan PLN menggerakkan pemuda setempat sejak tahun 2017, kini Kebon Lelang menjadi lingkungan di sepanjang hilir Kali Jangkuk ini tak lagi identik dengan sampah dan kekumuhan.

Kini, dinding berhias aneka gambar, bercorak penuh warna-warni memenuhi jalan masuk hingga tiap-tiap rumah penghuni kampung ini.

Baca juga: Waste4Change bantu kurangi sampah plastik dengan jasa pengelolaan

"Bersyukur, setelah edukasi dengan sabar akhirnya masyarakat mau mengubah lingkungannya, lebih peduli pada kebersihan dan kesehatan," ujar Aisyah.

Aisyah menjelaskan, Kawis Krisant tidak semata kampung dengan cat warna-warni di pinggir kali, pengunjung juga bisa belajar tentang pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomi di Bank Sampah NTB Mandiri yang juga mitra binaan PLN.

"Pada Festival PLN Peduli, kami memamerkan berbagai hasil kerajinan tangan yang berasal dari olahan sampah, seperti dompet dan sepatu dari karet ban, serta keset yang berasal dari olahan sampah plastik," ucap Aisyah.

Baca juga: Kurikulum kelola sampah gagasan Pertamina EP diterapkan PAUD Karawang
Baca juga: KLHK yakin capai target kelola sampah untuk dukung pencapaian SDGs

Pewarta : Awaludin
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar