Menteri PPPA deklarasi sekolah ramah anak di Kabupaten TTS

id Menteri PPPA, Menteri Bintang Puspayoga, Sekolah ramah anak di Soe, Kabupaten TTS

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, membubuhkan tanda tangan pada banner deklarasi sekolah ramah anak di sekolah Yayasan Anugerah Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Soe, NTT (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga ikut mendeklarasikan sekolah ramah anak tingkat TK-SMK yang dikelola Yayasan Anugerah Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Hampir sepertiga waktu anak-anak itu ada di sekolah, itulah kenapa penting hadirnya sekolah ramah anak ini," katanya saat memberikan sambutan dalam kegiatan yang dipusatkan di Halaman Sekolah Yayasan Anugerah Soe, Kota Soe, ibu kota Kabupaten TTS, Kamis.

Menteri Bintang Puspayoga mengatakan, pentingnya kehadiran sekolah ramah anak karena setiap hari anak-anak  menjalani waktu yang cukup banyak di lingkungan sekolah.

Dia menjelaskan, masih banyak praktik kekerasan terhadap anak serta berbagai hal yang harus dilindungi terkait kebutuhan anak-anak ketika berada di sekolah.

Untuk itu, lanjutnya, kehadiran sekolah ramah anak sebagai bagian komitmen untuk memastikan bahwa anak-anak bisa merasa bebas, terlindungi, dan terpenuhi hak-haknya.

Baca juga: KPAI kecam sekolah yang masih menerapkan hukuman fisik

 
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menari bersama para pelajar di sekolah Yayasan Anugerah Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kamis, yang dideklarasikan sebagai sekolah ramah anak. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)


"Di sekolah, anak-anak harus bisa merasa nyaman, kebersihan terjaga, harus indah, asri, inklusif, melalui program sekolah berbasis ramah anak ini," katanya.

Menteri Bintang Puspayoga berharap, deklarasi sekolah ramah anak yang pertama di TTS ini bisa memotivasi berbagai pihak di daerah lainnya di Tanah Air untuk melahirkan sekolah-sekolah berbasiskan pada perlindungan terhadap anak.

"Kita berharap sekolah seperti ini dilahirkan pula di berbagai kabupaten/kota lainnya, karena target kita Indonesia menuju negara ramah anak pada 2030 nanti," katanya.

Kegiatan deklarasi ditandai dengan pembacaan naskah berisi sejumlah poin komitmen mewujudkan sekolah ramah yang disaksikan Menteri Bintang Puspyoga bersama sejumlah deputi, Bupati TTS Epy Tahun, serta sejumlah jajaran pemerintah daerah.

Setelah pembacaan naskah deklarasi sekolah ramah anak, dilanjutkan dengan penandatangan bersama semua pihak sebagai bentuk komitmen mewujudkan sekolah yang ramah terhadap anak.*

 Baca juga: Sudah ada 10.210 sekolah ramah anak

 

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar