KEK Galang Batang serap investasi senilai Rp20 trilun

id KEK Galang Batang

Penandatanganan kesepakatan Investasi KEK Galang Batang, Bintan, Kepri senilai Rp20 triliun oleh perusahaan Global Alumunium (Singapura), Press Metal (Malaysia), dan PT Mahkota Karya Utama (Indonesia) yang disaksikan Plt. Gubernur Kepri Isdianto. ANTARA/HO-KEK Galang Batang

Tanjungpinang (ANTARA) (ANTARA) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan, Kepulauan Riau, menyerap investasi sebesar Rp20 triliun pada bulan November 2019.

Investasi tersebut berasal dari perusahaan Global Alumunium (Singapura), Press Metal (Malaysia), dan PT Mahkota Karya Utama (Indonesia).

"Kesepakatan investasi itu sudah ditandatangani pada hari Jumat (15/11), dan turut disaksikan oleh Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto," kata pimpinan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) selaku pemegang saham, Santoni, Minggu.

Santoni mengatakan bahwa investasi sebesar itu khusus di bidang industri alumina saja dengan durasi waktu selama 3 hingga 5 tahun.

Proyek tersebut, kata dia, akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja dengan komposisi 50 persen tenaga kerja lokal dan 50 persen lainnya tenaga kerja asing (TKA).

"Itu hanya tahap awal, secara bertahap tenaga kerja lokal akan mendominasi. Saat ini sudah banyak pekerja tempatan yang disekolahkan ke Cina sehingga pulang nanti mereka bisa memimpin perusahaan ini," kata Santoni.

Baca juga: Menko Perekonomian resmikan KEK Galang Batang

Baca juga: Investasi di KEK Galang Batang Rp36,3 triliun

Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto mengatakan bahwa pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan siap mendukung investasi tersebut sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.

Ia mengharapkan proyek alumina itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kepulauan Riau, yang saat ini tengah lesu.

“Harapan kami tentu tenaga kerja lokal lebih banyak yang terserap sehingga ekonomi warga tempatan juga akan makin meningkat," tuturnya.

KEK Galang Batang telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017 pada tanggal 12 Oktober 2017 yang menjadikan kawasan ini paling cepat beroperasi, selama 14 bulan.

Kegiatan utama KEK tersebut adalah industri pengolahan bauksit dan logistik dengan luas lahan 2.333 hektare.


Pewarta : Ogen
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar