Gerhana matahari total terlihat di Simeulue dan Aceh Singkil

id Aceh,Kemenag Aceh,Pemprov Aceh,Gerhana Matahari Total,Banda Aceh,Kementerian Agama,Simeulue,Aceh Singkil,Sumatera Utara,Riau,Matahari,Gerhana

Kanwil Kemenag Provinsi Aceh sosialisasi tentang gerhana matahari total kepada pelajar di Aceh Besar dan Banda Aceh, Selasa (19/11/2019). ANTARA/Khalis/am.

Banda Aceh (ANTARA) - Gerhana matahari total diprediksi terlihat di tujuh provinsi di Indonesia, termasuk dua kabupaten di Provinsi Aceh yakni Simeulue dan sebagian di Aceh Singkil.

Beberapa provinsi lain seperti Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau.

"Lokasi gerhana terjadi hampir di seluruh Indonesia termasuk Aceh," kata Peneliti Falak pada Tim Falakiyah Observation Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Alfirdaus Putra di Banda Aceh, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Kanwil Kemenag Aceh melakukan sosialisasi tentang gerhana matahari total kepada sejumlah pelajar Madrasah Aliyah di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Baca juga: Gerhana Matahari total terlihat di Chili dan Argentina besok

Baca juga: Gerhana matahari langka menebar ketakjuban di Amerika

Baca juga: Gerhana di AS, bulan dan matahari "perang mulut" di Twitter


Dia menyebutkan gerhana matahari total itu akan terjadi pada 26 Desember 2019. Keadaan gerhana yang terjadi berbeda di setiap daerah berkisar antara 80 hingga 100 persen.

Waktu terjadi gerhana diprediksi pada kontak pertama pukul 10.08 WIB, kemudian awal gerhana total pukul 11.55 WIB, akhir gerhana total pukul 11.58 WIB, serta kontak keempat pukul 13.56 WIB.

"Durasi gerhana seluruhnya selama tiga jam 47 menit 52 detik. Durasi gerhana total cincin dua menit 53 detik. Data itu untuk seluruh wilayah Aceh, khususnya yang dilewati gerhana matahari total yaitu Simeulue dan sebagian Aceh Singkil," kata dia.

Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh Daud Pakeh mengatakan sosialisasi tersebut dinilai penting dilakukan dalam upaya memberi pengetahuan pelajar tentang terjadinya gerhana dan alat-alat yang digunakan untuk memantau gerhana.

"Sosialisasi ini penting, satu sisi sebagai pengetahuan agar mereka paham kenapa gerhana matahari itu terjadi, kedua informasi untuk masyarakat disampaikan lewat anak-anak kita," katanya.

Turut dihadiri di acara tersebut Daud Pakeh sebagai pemateri, tim ahli Falakiyah BHR Aceh dan Dosen MIPA Fisika Universitas Syiah Kuala Suhrawardi, tim Ahli Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra, serta tim ahli Falakiyah Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang Kanwil Kemenag Aceh.*

Baca juga: Rakyat AS suka cita sambut gerhana matahari total

Baca juga: Jutaan orang banjiri kota-kota jalur gerhana di AS

Baca juga: Bersiap untuk gerhana matahari total tahun ini


Pewarta : Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar