4.031 KK di Perbatasan RI-Timor Leste dapat sambungan listrik gratis

id PLN NTT,Penyambungan listrik gratis,Bantuan penyambungan listrik untuk warga perbatasan,Listrik di wilayah perbatasan RI-Timor Leste

Salah satu keluarga di Desa Haumeni Ana, Kabupaten Timur Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang merupakan wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste, yang mendapatkan bantuan penyambungan listrik melalui program dana sosial PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT. (ANTARA/HO-Dok. Humas PT PLN (Persero) UIW NTT)

Kupang (ANTARA) - Sebanyak 4.031 kepala keluarga di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia (RI) dengan Timor Leste telah mendapat sambungan listrik gratis dari PLN, kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko.

"Bantuan sambungan listrik gratis untuk warga perbatasan itu menyebar pada enam kabupaten di antaranya, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka, Belu, dan Alor," katanya di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan, bantuan berupa sambungan listrik gratis tersebut dilaksanakan melalui program dana bantuan sosial dari PT PLN (Persero) untuk tahun 2019.

Baca juga: PLN NTT kejar rasio elektrifikasi 90 persen akhir 2019

Secara keseluruhan, lanjut dia, penyambungan listrik gratis telah direalisasikan pada sebanyak 13.160 rumah tangga kurang mampu yang menyebar di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

"Harapan kami dengan bantuan penyambungan gratis ini warga bisa menikmati listrik yang selama ini mereka rindukan untuk menunjang berbagai keperluan terutama kegiatan ekonomi rumah tangganya," katanya.

Ignatius mengatakan, masih banyak masyarakat di provinsi setempat yang belum menikmati listrik karena kesulitan biaya penyambungan meskipun sudah terjangkau jaringan listrik yang masuk ke desa-desa.

Untuk itu, lanjut dia, berbagai strategi bantuan dihadirkan baik melalui bantuan dana sosial perusahaan maupun dari para pegawai PLN melalui Program One Man One Hope. Selain itu, bantuan penyambungan listrik juga disalurkan dari pihak kementerian maupun subsidi dari pemerintah daerah.

Ignatius menambahkan, akan terus menggenjot penyambungan listrik ke rumah-rumah warga untuk mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi.

Menurut dia kondisi rasio elektrifikasi di NTT hingga Oktober 2019 sebesar 84,68 persen dan pihaknya menargetkan mencapai 90 persen pada akhir 2019.

"Karena itu kami terus kejar, bahkan kemampuan petugas lapangan agak sedikit kami paksakan untuk mengejar target rasio elektrifikasi 90 persen ini," katanya.

Baca juga: 66.346 rumah di NTT terlistriki pada Januari-Oktober

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar