Tiga jembatan Kapuas Hulu perbatasan Indonesia - Malaysia dibangun

id jembatan kapuas hulu,jembatan perbatasan

Jembatan berpondasi kayu di Desa Nanga Yen, pada ruas jalan Lintas Embah, Nanga Tepuai, Kecamatan Hulu Gurung - Boyan Jemah, Kecamatan Boyan Tanjung, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat saat ini rusak berat, sehingga transportasi darat di daerah itu terganggu. (ANTARA/HO)

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Sebanyak tiga unit jembatan di daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Puring Kencana wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat saat ini sedang di bangun oleh pemerintah setempat.
 
"Tiga jembatan yang dibangun itu menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang sedang dibangun saat ini," kata Kepala Bidang Binamarga, Dinas PU, Binamarga dan Sumber Daya Air Kapuas Hulu, Dedy, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Rabu.
 
Disampaikan Dedy, tiga jembatan tersebut yaitu jembatan sungai Upak dengan anggaran sebesar Rp6,7 miliar, jembatan Sungai Panglima sebesar Rp 6,7 miliar dan jembatan Sungai Anggau sebesar Rp7 miliar.
Menurut dia, tiga jembatan yang sedang dibangun itu ditargetkan selesai pada Desember 2019 dengan panjang jembatan kurang lebih 25 hingga 35 meter.
 
" Insyaallah Februari 2020 mendatang ketiga jembatan itu sudah bisa difungsikan," jelas Dedy.
 
Dedy mengatakan pada tahun ini ada empat jembatan yang akan dibangun terdiri dari tiga jembatan di Kecamatan Puring Kencana dengan panjang 25 - 35 meter dan satu jembatan di Tekudak.
 
Kemudian jembatan kayu juga akan dibangun dengan panjang di bawah 20 meter sebanyak lebih dari 30 unit juga akan dibangun, belum termasuk box culvert untuk panjang di bawah empat meter ada sekitar 20 buah.
 
" Pembangunan jembatan itu tersebar di sejumlah kecamatan wilayah Kapuas Hulu," jelas Dedy.
 
Ia berharap masyarakat tetap bersabar karena pemerintah daerah khususnya Dinas PU Binamarga dan Sumberdaya Air Kapuas Hulu terus berupaya membangun infrastruktur jalan dan jembatan, namun itu semua menyesuaikan anggaran dan melihat skala prioritas.

Baca juga: Jembatan rusak di perbatasan Mesuji sudah bisa dilintasi
 

Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar