Selasar Balai Kota Jakarta jadi ruang pameran foto peringati pahlawan

id Pameran Foto,Balai Kota Jakarta,George Timothy,Dadang Solihin,Hari Pahlawan

Suasana pameran foto "100 Faces of Heroes in 24 Hours" di Selasar Balai Kota Jakarta, Jumat (6/12/2019). Pameran itu bisa dinikmati oleh publik pada tanggal 6 Desember 2019 hingga 10 Desember 2019 dan akan dilanjutkan di CoLiving Space Kemang pada tanggal 21-28 Desember 2019. ANTARA/Ricky Prayoga/am.

Jakarta (ANTARA) - Selasar Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat ini, diubah menjadi ruang pameran foto untuk memperingati dan mengapresiasi para pahlawan dengan cara menunjukan potret aktivitas 100 warga Jakarta dalam 24 jam dari berbagai aktivitas dan profesi.

Berlokasi di Selasar Balai Kota Jakarta yang terletak di tengah kompleks Balai Kota Jakarta dengan tiga akses (dari Jalan Medan Selatan, Jalan Kebon Sirih, dan dari Gedung Blok G, fotografer dan film maker George Timothy mengatakan pameran yang juga kampanye sosial bertajuk "100 Faces of Heroes in 24 Hours", berawal dari keinginannya untuk memperingati jasa pahlawan dari sudut pandang yang berbeda.

"Acara ini merupakan social movement inisiatif saya sendiri sebagai warga Jakarta yang juga mencari nafkah di Jakarta dan seringkali bertemu dengan banyak orang dari berbagai macam latar belakang, dan kami semua memiliki kesamaan yakni berjuang tanpa kenal lelah, untuk keluarga, orang terkasih dan untuk kepentingan khalayak ramai," kata George.

Tujuan dari pameran yang pengambilan foto dan videonya menggunakan kamera dengan resolusi tinggi dari Alpha 7R IV didukung dengan lensa G Master ini, kata George, adalah untuk mendorong generasi muda menjadi pahlawan dengan kemampuan yang dimiliki.

Baca juga: Dubes Rusia ingin tarik minat wisatawan ASEAN kunjungi kota kecil

Baca juga: Jokowi terkesan foto dirinya gendong anak Papua

Baca juga: Jokowi tinjau pameran foto "Membangun Indonesia"


"Jadi mengenang pahlawan itu tidak hanya kita sekadar mengingat, mengenang, jasa para pahlawan yang lama di buku saja. Tapi orang-orang sekitar kita juga pahlawan juga. Mereka yang berjuang buat keluarganya, buat dirinya sendiri. Artinya dengan karya yang prosesnya 24 jam mulai jam sembilan pagi ke luar rumah dan kembali sekitar pukul delapan hingga akhirnya ada pameran ini, diharapkan orang bisa sadar dan mencintai bangsanya sendiri," ucapnya.
Kiri ke kanan: Fotografer George Timothy, perwakilan Sony Indonesia Calvin Nobel dan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Dadang Solihin dalam diskusi pameran foto "100 Faces of Heroes in 24 Hours" di Selasar Balai Kota Jakarta, Jumat (6/12/2019). Pameran itu bisa dinikmati oleh publik pada tanggal 6 Desember 2019 hingga 10 Desember 2019 dan akan dilanjutkan di CoLiving Space Kemang pada tanggal 21-28 Desember 2019. (Antara/Ricky Prayoga)

Sementara itu, Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Dadang Solihin menilai pameran fotografi ini membuka mata ternyata pahlawan itu banyak warna, ragam dan banyak versi.

"Pokoknya seseorang yang memperjuangkan apakah keluarganya, dirinya, bangsanya, daerahnya. Itu bisa disebut pahlawan. Kemudian juga sudut-sudut jakarta dengan detail, oleh sang fotografer bisa abadikan dalam suatu karya. Kami dari Pemda tentunya sangat mendukung ide-ide yang seperti ini mudah-mudahan bisa membangkitkan minat generasi muda lain untuk berkarya," ucap Dadang.

Pameran "100 Faces of Heroes in 24 Hours" yang didukung Sony Indonesia dan Pemprov DKI Jakarta ini, dibuka untuk bisa dinikmati oleh publik pada tanggal 6 Desember 2019 hingga 10 Desember 2019 dan akan dilanjutkan di CoLiving Space Kemang pada tanggal 21-28 Desember 2019. Keseluruhan hasil foto juga akan diabadikan dalam buku foto yang akan dirilis pada awal tahun 2020.

Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar