Waspadai cuaca ekstrem awal musim hujan di Yogyakarta, sebut BPBD

id BPBD,hujan,angin kencang,cuaca ekstrem,Yogyakarta

Petugas PLN memperbaiki tiang listrik yang roboh pascabencana hidrometeorologi (bencana angin kencang dan hujan) di Sendangrejo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (9/12/2019). (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kota Yogyakarta meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi bencana yang disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem pada awal musim hujan, di antaranya hujan deras disertai angin kencang seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Seperti kejadian awal pekan ini, ada belasan pohon yang tumbang di berbagai lokasi saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Selain itu, ada juga laporan kerusakan talut permukiman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Selasa.

Berdasarkan catatan BPBD Kota Yogyakarta, terdapat sebanyak 17 pohon tumbang di berbagai lokasi dengan beragam jenis pohon, seperti pohon melinjo, sawo, sono kapur, mahoni, manding, beringin, waru, dan trembesi.

Selain menimpa rumah penduduk dan kendaraan yang sedang diparkir, pohon tumbang tersebut juga mengganggu akses jalan umum, menimpa kabel listrik milik PT PLN, dan menimpa jaringan komunikasi, namun tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Ia menyebut, guna meminimalkan dampak akibat hujan lebat dan angin kencang, maka masyarakat perlu terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor ke BPBD Kota Yogyakarta apabila mnenemukan hal yang berpotensi menjadi bencana saat musim hujan.

Pantauan tersebut bisa dilakukan dengan mengecek kondisi pohon di lingkungan masing-masing dan melapor jika pohon berpotensi tumbang saat hujan lebat dan angin kencang.

Selain itu, kata Hari Wahyudi, warga juga diminta melapor jika menemukan tebing atau dinding talut yang rusak disertai aliran air yang tidak terarah karena berpotensi longsor saat hujan.

“Perubahan sekecil apapun yang terjadi di lingkungan sekitar perlu terus dipantau dan jika sudah mulai membahayakan bisa segera melapor ke BPBD atau instansi terkait lain,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mengatakan, pemeliharaan terhadap pohon perindang rutin dilakukan yaitu dengan pemangkasan agar proporsi tajuk dan perakaran seimbang.

“Pemangkasan pohon tidak hanya dilakukan menjelang musim hujan saja tetapi rutin kami lakukan setiap hari,” kata Suyana yang menyebut ada 18.000 pohon perindang di Kota Yogyakarta.

Di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 18.000 pohon perindang, dan Suyana meyakin seluruh pohon dalam kondisi yang baik dan tidak rawan tumbang.

“Saat kejadian kemarin (Minggu, 8/12), pohon yang tumbang berada di kawasan permukiman penduduk dan bukan merupakan pohon perindang yang kami tanam di tepi jalan,” katanya.

Baca juga: Jelang musim hujan, DLH Yogyakarta intensifkan pemangkasan pohon

Baca juga: Angin kencang terjang Sleman, 12 orang luka puluhan rumah rusak


Baca juga: BNPB minta tetap waspadai banjir dan longsor di Yogyakarta


Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar