BUMD NTB kelola SPAM regional bersama investor asing

id Spam Regional,PT GNE,Mckinley Investment

BUMD NTB kelola SPAM regional bersama investor asing

Ilustrasi

Mataram (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Nusa Tenggara Barat, PT Gerbang NTB Emas menjalin kesepakatan dengan investor asing, Mckinley Investment, untuk mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di Pulau Lombok.

Direktur Utama PT Gerbang NTB Emas (GNE), Samsul Hadi, di Mataram, Minggu mengatakan, penandatanganan naskah kerja sama dengan investor asing tersebut dilakukan di Thailand, beberapa waktu lalu.

"Penandatanganan dilakukan oleh saya langsung dengan Presiden Direktur Mckinley Investment, Stephanus HS, didampingi Presiden CEO Mckinley, Helen Bach," katanya.

Ia menyebutkan Mckinley Investment adalah investor gabungan dari tiga negara, yakni Amerika Serikat, Korea dan Jepang. Pemodal gabungan itu telah berinvestasi di berbagai sektor di sejumlah negara.

Samsul menambahkan Mckinley Investment menyetujui investasi awal senilai Rp600 miliar.

"Kebutuhan investasi SPAM Regional di Pulau Lombok mencapai Rp1 triliun lebih. Investasinya dilakukan bertahap, tinggal memenuhi beberapa syarat teknis, sebelum proses pembangunan dimulai pada 2020," ujarnya.

PT GNE, kata dia, telah ditunjuk oleh Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sebagai penanggung jawab SPAM Regional untuk Pulau Lombok.

SPAM Regional dibangun atas kerja sama lintas kabupaten/kota dan merupakan program penyediaan air bersih bagi masyarakat yang ada di wilayah SPAM secara merata.

SPAM Regional, lanjut Samsul, akan lebih memudahkan provinsi dalam penanganan konservasi daerah tangkapan air, serta kemudahan dalam manajemen pengelolaan sumber daya air baku.

PT GNE nantinya akan menyediakan air baku dari sumbernya lalu mendistribusikannya ke optik perpipaan milik PDAM di masing-masing kabupaten/kota di Pulau Lombok.

"PT GNE juga nantinya akan memperkuat jaringan distribusi air dan menjangkau seluruh wilayah di Pulau Lombok," katanya.

Baca juga: Bappenas: Rendahnya tata kelola jadi kendala akses air minum

Baca juga: Wapres dukung peluang investasi untuk penyediaan air aman

 

Pewarta : Awaludin
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar