Kabareskrim: Tim teknis dalami motif tersangka kasus Novel

id Listyo sigit prabowo,Tim teknis,Novel baswedan

Kabareskrim: Tim teknis dalami motif tersangka kasus Novel

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo (tengah). ANTARA/Anita Permata Dewi

Jakarta (ANTARA) - Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa tim Teknis masih mendalami motif dua tersangka dalam melakukan teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Motif sampai saat ini masih terus kami dalami," kata Komjen Pol. Sigit di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Sabtu.

Polri juga berupaya mengungkap kemungkinan ada tidaknya orang yang menyuruh dua pelaku untuk melakukan teror tersebut.

"Apakah ini dilakukan sendiri atau ada yang menyuruh? Masih didalami," katanya.

Sigit menegaskan bahwa tim teknis bekerja cermat dan transparan dalam kasus ini.

Baca juga: Kapolri apresiasi kinerja Tim Teknis tangkap tersangka kasus Novel

Baca juga: Novel Baswedan: Saya tunggu proses selanjutnya

Baca juga: Secercah harapan untuk babak baru kasus Novel Baswedan


Bila dalam pengembangan kasus mengarah adanya keterlibatan pihak lain, Polri akan mengejar pihak-pihak yang terlibat tersebut.

"Kami transparan kalau faktanya (nanti) ada perkembangan mengarah kepada tersangka lain. Akan tetapi, 'kan semuanya harus ada kesesuaian, pembuktian, dan ada pengecekan keterangan dengan fakta yang didapat," katanya.

Ia meminta publik bersabar menunggu kerja tim teknis untuk mengungkap kasus ini.

"Kami bekerja dengan bukti, bukan opini. Silakan ditunggu, ini baru permulaaan, kami baru mulai bekerja," katanya.

Sebelumnya, Tim Teknis Bareskrim menangkap dua orang pelaku teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (26/12) malam.

Dua pelaku berinisial RB dan RM ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya merupakan polisi.

Baca juga: KPK apresiasi kinerja kepolisian amankan pelaku kekerasan Novel

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar