Jamkrindo Syariah optimistis beri penjaminan Rp35,01 triliun tahun ini

id Jamkrindo syariah,jamkrindo,penjaminan

Direktur Utama PT Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo (tengah) di Jakarta, Rabu (8/1/2019). ANTARA/Hanni Sofia.

Jakarta (ANTARA) - PT Jamkrindo Syariah (JamSyar) menyatakan optimistis mampu memberikan penjaminan hingga Rp35,01 triliun dan meraih laba sebesar Rp53,05 miliar sampai tutup tahun ini.

Direktur Utama PT JamSyar Gatot Suprabowo di Jakarta, Rabu, mengatakan optimisme itu didasarkan pada kinerja 2019 yang memuaskan.

“Dari sisi penjaminan, sampai dengan akhir tahun 2019 tercatat volume penjaminan PT JamSyar adalah sebesar Rp28,78 triliun. Atas penjaminan tersebut, IJK Accrual yang diterima adalah sebesar Rp215.42 miliar,” katanya.

Baca juga: Komisi XI DPR soroti jaminan KUR terhadap UMKM

Sementara laba tahun berjalan tahun 2019 adalah sebesar Rp36,75 atau 101,45 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2019.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menerapkan strategi peningkatan profitabilitas melalui perkuatan teknologi informasi dan SDM unggul.

Perusahaan juga akan melakukan peningkatan status KUP menjadi kantor cabang, membuka Kantor Cabang Baru, dan membuka KUP Baru, serta 10 Kantor Pemasaran di wilayah-wilayah potensial.

Baca juga: Jamkrindo targetkan volume penjaminan Rp231,5 triliun pada 2020

Guna meningkatkan kapasitas penjaminan PT JamSyar, Perum Jamkrindo selaku pemegang saham mayoritas di tahun 2020 telah merealisasikan penambahan modal sebesar Rp175 miliar di tahun 2019 dan pada 2020 akan merealisasikan penambahan modal Rp75 miliar.

“Selain bertambahnya kapasitas penjaminan, penambahan modal tersebut diharapkan juga akan menambah kredibilitas PT JamSyar di mata mitra kerja,” katanya.

Hal strategis lainnya untuk mendukung optimisme pencapaian target PT JamSyar (PT Jamkrindo Syariah) di tahun 2020 adalah pemberlakuan Qanun di Aceh.

Baca juga: Jamkrindo Syariah-Rumah Zakat berbagi kurban untuk Lombok

Dengan pemberlakuan Qanun tersebut, lembaga keuangan yang beroperasi di wilayah tersebut harus berlandaskan pada prinsip syariah. Dengan demikian “market size” penjaminan di wilayah tersebut akan meningkat.

Di samping itu, Perum Jamkrindo telah merencanakan untuk mengalihkan portofolio penjaminan di wilayah tersebut kepada PT JamSyar disesuaikan dengan kesepakatan penerima jaminan dan terjamin.

“Bersamaan dengan pengalihan portofolio tersebut, Perum Jamkrindo akan melakukan penambahan modal guna mempertahankan Gearing Ratio pada tingkat yang sehat,” katanya.

Baca juga: Perum Jamkrindo gelar Festival UMKM 2019

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar