"Illegal fishing" marak, nelayan Bangka Selatan sampaikan keresahan

id nelayan Babel,illegal fishing,trawl,bom ikan,alat tangkap,tidak ramah lingkungan

"Illegal fishing" marak, nelayan Bangka Selatan sampaikan keresahan

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat meninjau Pangkalan Pendaratan Ikan Baturusa di Pangkalpinang, Provinsi Babel, Sabtu sore.(FOTO ANTARA/Aprionis)

Toboali, Babel (ANTARA) - Seorang legislator menyatakan sejumlah nelayan di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengaku resah dengan maraknya praktik "illegal fishing" (pencurian ikan) yang merambah wilayah tangkap para nelayan tradisional.

"Sejumlah nelayan mengeluhkan persoalan tersebut kepada kami, itu disampaikan saat saya mengadakan kunjungan kerja di Tanjung Labu. Sejumlah nelayan datang dan mengadukan masalah tersebut," kata anggota DPRD Babel, Aditya Rizki Pratama di Toboali, Sabtu.

Ia meminta pemerintah provinsi mengoptimalkan tim terpadu yang sudah terbentuk, untuk mengawasi wilayah perairan dari praktik pencurian ikan tersebut.

"Saya berharap Pemprov Babel mengoptimalkan tim terpadu dan menindak tegas aktivitas 'illegal fishing'  apalagi dengan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan , seperti trawl dan bom ikan," katanya.

Selain meminta Pemprov Babel mengoptimalkan tim terpadu, ia juga telah berkoordinasi dengan Kasat Intel dan Kapolsek Lepar Pongok untuk menyampaikan kepada Kapolres Bangka Selatan agar lebih memperhatikan keamanan wilayah Pongok, khususnya perairan.

"Pihak kepolisian juga saya minta memperhatikan keamanan wilayah laut, apalagi kalau ada pelanggaran hukum," ujarnya.

Ia mengatakan, persoalan pencurian ikan di Bangka Selatan sudah terjadi sejak lama dan mesti ditindak tegas karena merugikan nelayan lokal.

"Menangkap ikan dengan cara mengebom dan gunakan trawl jelas tidak dibenarkan, ini harus dihentikan," demikian Aditya Rizki Pratama .

Baca juga: Pemprov Babel batasi izin alat tangkap ikan

Baca juga: TNI AL Babel tingkatkan pengawasan laut

Baca juga: Babel butuh investor pabrik pengolahan ikan

Pewarta : Ahmadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar