KPU Temanggung: "e-voting" lebih efisien dari pemilihan manual

id Kpu temanggung, evoting, efisien

Seorang disabilitas netra menggunakan hak pilih pada pemilihan Ketua Organisasi Kesejahteraan Penerima Manfaat (OKPM) Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) "Penganthi" Temanggung dengan aplikasi e-voting. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Pelaksanaan pemungutan suara secara elektronik atau e-voting sebenarnya lebih murah dan efisien dibanding pemilihan secara manual yang selama ini dilakukan, kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung M Yusuf Hasyim.

"E-voting sebenarnya lebih murah dan lebih efisien, tetapi risikonya juga lebih besar," katanya di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa.

Baca juga: KPU usul gunakan E-Rekap untuk hemat biaya logistik Pemilu

Ia menyampaikan hal tersebut pada pemilihan Ketua Organisasi Kesejahteraan Penerima Manfaat (OKPM) Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) "Penganthi" Temanggung periode 2020-2021 yang menggunakan aplikasi e-voting yang difasilitasi KPU Temanggung.

Yusuf mengatakan aplikasi e-voting dari KPU Kabupaten Temanggung diujicobakan di pemilihan Ketua OKPM Penganthi Temanggung, kebetulan penerima manfaat adalah disabilitas netra.

Baca juga: KPU: E-rekap hemat anggaran logistik pemilu

Pelaksanaan e-voting diawali dengan masing-masing pemilih penyandang disabilitas sensorik netra PPSDSN yang telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) diberi secarik kertas berisi kode batang (barcode) oleh petugas.

Barcode tersebut sebagai kunci membuka layar tablet berisi gambar para kandidat yang mencalonkan diri dalam pemilihan ketua.

Baca juga: Akademisi: Indonesia perlu coba pemilu sistem distrik

Dibantu petugas, para pemilih netra itu kemudian men-scan barcode pada layar tablet yang disediakan. Setelah di-scan terbukalah layar tablet bergambar para kandidat ketua.

Para pemilih yang mengenakan perangkat audio headset tersebut, cukup mengusapkan jarinya ke layar guna mendengar informasi nama, visi misi, dan nomor urut setiap kandidat di layar tersebut.

Setiap kali mengusapkan jarinya ke arah kiri, akan didengar informasi mengenai kandidat, dari nomor urut kecil ke besar dan sebaliknnya. Ketika terdengar informasi kandidat yang akan dipilihnya, pemilih cukup mengetukkan jari dua kali ke layar sebagai tanda telah memilihnya.

Setelah memilih kandidat, selanjutnya akan keluar dari printer secarik kertas kecil berisi nomor kandidat yang telah dipilihnya berbentuk barcode, dan hanya terbaca dengan di-scan. Kertas tanda pilihan itu lalu dimasukkan ke kotak suara, untuk nantinya dihitung guna mengetahui perolehan suara masing-masing kandidat.

Yusuf mengatakan untuk mengetahui perolehan suara setiap calon, selain dari rekapitulasi, secara otomatis melalui perangkat aplikasi setelah semua pemilih menggunakan hak pilihnya, juga didapatkan dari penghitungan kertas tanda pilihan itu.

"Apilikasi ini memang terobosan yang kita lakukan. Hal ini semacam ujicoba dalam menggelar pemilihan. Hari ini untuk pemilihan Ketua OKPM Penganthi, ke depan akan kita lakukan pemilihan untuk ketua OSIS di tingkat SMA/SMK, bahkan tidak menutup kemungkinan di pemilu-pemilu yang akan datang digunakan secara nasional, tetapi harus ada sarana yang menguatkan dari aplikasi tersebut," katanya.

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar