Bupati Mojokerto penuhi panggilan KPK

id Mkp, korupsi mkp, KPK, korupsi KPK

Bupati Mojokerto Pungkasiadi saat memenuhi panggilan KPK di Kota Mojokerto (Antarajatim/SI/IS)

Mojokerto (ANTARA) - Bupati Mojokerto, Jawa Timur, Pungkasiadi memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) yang menjerat Mustofa Kamal Pasa (MKP) selaku mantan Bupati Mojokerto, Rabu.

Bupati Pungkasiadi datang di Mapolres Mojokerto Kota dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam dan langsung naik di lantai dua Gedung Wira Pratama.

"Pemeriksaan sama dengan yang pertama, ini menegaskan saja. Terkait TPPU Pak MKP," kata Pungkasiadi usai pemeriksaan l.

Baca juga: Bupati Nonaktif Mojokerto divonis delapan tahun penjara

Baca juga: Wali Kota Mojokerto penuhi panggilan pemeriksaan KPK

Ia mengemukakan, penyidik KPK memberikan sekitar 20 pertanyaan dengan materi TPPU saat MKP menjabat bupati periode pertama Tahun 2010-2015.

"Itu kan pada periode pertama Pak MKP. Banyak yang saya tidak tahu," kata Pungkasiadi.

Mustofa Kamal Pasa atau yang akrab disapa MKP, terpilih menjadi Bupati Mojokerto pada tahun 2010. MKP kemudian terpilih kembali menjadi Bupati Mojokerto berpasangan dengan Pungkasiadi sebagai wakil bupati Mojokerto pada tahun 2015.

Baca juga: Gubernur Khofifah lantik Pungkasiadi sebagai Bupati Mojokerto

Namun, pada periode kedua kepemimpinannya sebagai kepala daerah, MKP tidak bisa menuntaskan tugasnya sebagai Bupati Mojokerto karena harus berurusan dengan KPK.

MKP divonis 8 tahun penjara dalam perkara suap perizinan menara telekomunikasi di Mojokerto, pada 21 Januari 2019.

Selain menyandang status terpidana dalam kasus suap, MKP juga ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam sebuah kasus suap proyek jalan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca juga: KPK panggil dua saksi kasus cuci uang Mustofa Kamal Pasa

Baca juga: KPK periksa 17 saksi kasus TPPU Mustofa Kamal Pasa

Baca juga: KPK periksa 16 saksi kasus TPPU Mustofa Kamal Pasa

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar