Gubernur Sumbar pantau kesiapsiagaan personel antisipasi bencana

id bencana sumbar

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pantau kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi bencana. (ANTARA/ist)

Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memantau kesiapsiagaan personel lintas instansi yang bertugas menangani kebencanaan di daerah itu.

"Selain kesiapan personel, kita juga pantau kesiapan peralatan. Kalau ada yang masih dirasa kurang, dicatat untuk dilengkapi nanti," katanya di Padang, Jumat.

Ia mengatakan kesiapsiagaan itu penting terutama pada musim hujan yang diperkirakan masih terjadi hingga Februari 2020.

Beberapa daerah di Sumbar rawan banjir dan tanah longsor. Sejak penghujung 2019 silih berganti kabupaten dan kota itu diterjang air bah dan banjir.

Terakhir bencana banjir melanda Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Agam karena meluapnya air Sungai Batang Antokan pada Selasa (28/1) malam.

Baca juga: Bencana alam landa 10 kecamatan di Padang Pariaman

Baca juga: Komisi IV DPRD Sumbar soroti angaran BPBD turun

Baca juga: Antisipasi hujan tinggi, Sumbar siaga darurat bencana hingga awal 2020


Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman menyebut Gubernur Sumbar telah mengeluarkan SK tentang penetapan status siaga darurat bencana hingga 28 Februari 2020.

SK itu berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Pariaman yang memprakira curah hujan sangat tinggi akan terjadi di Sumbar sampai 28 Februari 2020.

Dalam SK Gubernur tersebut, seluruh bupati dan wali kota diminta untuk melakukan inventarisasi daerah rawan bencana dan mensosialisasikan kepada masyarakat melalui mitigasi dan pencegahan.

Kemudian mengaktifkan pos siaga pada daerah rawan bencana untuk percepatan penanganan.

Pemerintah daerah juga diminta untuk menginventarisasi dan memastikan kondisi peralatan kebencanaan dan berkoordinasi dengan perangkat daerah, seperti TNI/Polri serta relawan untuk mengantisipasi dampak bencana.

Irwan Prayitno juga meminta bupati dan wali kota mengaktifkan kontingensi sebagai rencana aksi dalam penanggulangan bencana.

Selain personel masyarakat juga diharapkan paham apa yang mesti dilakukannya jika sewaktu-waktu bencana datang di daerahnya.*

Baca juga: Gubernur Sumbar imbau warga tak tinggal di daerah rawan bencana

Baca juga: BNPB: Perkuat Program Sekolah Aman Bencana di Sumbar

Baca juga: Padang perlu tingkatkan mitigasi agar siap hadapi gempa, kata pakar

Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar