IPB bantu teknologi pertanian untuk masyarakat desa di Garut

id IPB, Garut, pertanian, desa

IPB bantu teknologi pertanian untuk masyarakat desa di Garut

Rektor IPB (kanan) Prof Dr Arif Satria menyerahkan anak sapi untuk program penggemukan di kandang pintar Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (8/2/2020). (ANTARA/Feri Purnama)

Garut (ANTARA) - Institut Pertanian Bogor (IPB) siap membantu penyediaan teknologi pertanian dan peternakan untuk masyarakat desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebagai upaya mendorong perekonomian desa agar lebih maju dan sejahtera.

"Peningkatan kemajuan teknologi di bidang pertanian maupun peternakan ini bisa menjadi kekuatan kita dalam menopang teknologi nasional," kata Rektor IPB Prof Dr Arif Satria saat membuka kegiatan Program Desa Sejahtera Astra dan Pembinaan Petani Muda IPB di Kampung Cipenta, Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu.

Baca juga: Forum Rektor Indonesia 2020-2021 dijabat Rektor IPB

Ia menuturkan, IPB melalui berbagai program dan inovasinya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberdayakan desa, salah satunya melalui Program Desa Sejahtera dan Pembinaan Petani Muda di Garut.

Ia menyampaikan program yang saat ini dilakukan di Garut merupakan kerja sama dengan PT Astra International, Kementerian Desa, dan Pemprov Jabar untuk mengembangkan potensi perekonomian desa berbasis teknologi.

Ia menyebutkan teknologi yang dikembangkan di Garut yakni teknologi hortikultura, teknologi kandang, pengolahan dan pengeringan kopi yang memiliki kemampuan untuk membantu pengembangan industri pertanian dan peternakan.

Ia berharap sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pihak perlu dilakukan untuk mewujudkan pertanian yang maju dan sejahtera di Indonesia, khususnya Jawa Barat.

"Kalau dibiarkan begitu saja, pertanian akan menjadi sebuah beban, namun apabila diberdayakan dengan percepatan dengan teknologi canggih maka akan menjadi kekuatan," katanya.

Baca juga: Kementan dorong kaum milenial semangat bertani

Arif menambahkan program pemberdayaan desa yang dilaksanakan di Garut menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk mentransformasikan ilmu dalam kaitannya dengan pengembangan desa.

"Lulusan IPB akan siap menjadi CEO yang masuk melalui aparat BUMDes kemudian mentransformasi teknologi canggih. Ini saya pikir salah satu wujud implementasi kampus merdeka," katanya.

Arif menegaskan jika industri di sebuah negara akan mengalami kemajuan saat desa kuat, namun bisa saja terjadi ketimpangan apabila desa lemah dalam memanfaatkan potensinya.

"Oleh sebab itu transformasi teknologi dirasakan sangat diperlukan dalam pertanian, peternakan, dan pedesaan. Instrumennya adalah SDM unggul," katanya.

Head of Environment & Social Responsibility PT Astra International Tbk, Bondan Susilo menyampaikan, pihaknya telah meluncurkan Program Kegiatan Desa Sejahtera pada 100 Desa di Jawa Barat.

Baca juga: Serangan hama tanaman jagung di Garut capai 520 hektare

"Kurang lebih ada 53 desa di antaranya bekerja sama dengan IPB, untuk khusus Garut ada 15 desa," katanya.

Susilo mengungkapkan alasan Astra memilih IPB karena IPB memiliki nilai lebih yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan industri di bidang pertanian.

"Seperti dilihat tadi ada sapi dan kopi, menarik tinggal dikembangkan bersama, Astra punya kompetensi manufakturnya sedangkan IPB di bidang riset dari teknologinya," kata Susilo.

Kepala Desa Mekarjaya, Garut, Asep Setiawan menyampaikan terima kasih kepada IPB dan Astra yang telah memberikan perhatian melalui berbagai programnya untuk mengembangkan sektor pertanian di Garut, khususnya Desa Mekarjaya.

"Alhamdulillah di Desa Mekarjaya ini ada kandang pintar yang dikembangkan orang IPB yakni menciptakan sebuah alat untuk mengontrol suhu kandang sapi," kata Asep.

Baca juga: Pemkab Garut kembangkan produk pertanian bersama Korea Selatan

 

Pewarta : Feri Purnama
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar