ITS bagikan jurus dukung program magang mahasiswa bersertifikat

id PMMB, kementerian BUMN, badan Usaha Milik Negara, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ITS Surabaya

Rektor ITS Mochamad Ashari aaat menceritakan pengalamannya mendukung Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) di Assembly Hall Mandiri, Rabu (12/2/2020). (ANTARA/ Cathy)

Jakarta (ANTARA) - Insitut Teknologi Sepuluh November (ITS) membagikan jurus andalan untuk mendukung program magang yang membantu mahasiswanya mendapatkan pengalaman kerja di lapangan secara langsung contohnya seperti Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) yang digagas oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

"Kami mempermudah prosedur pengajuan magang, mahasiswa tidak perlu mengajukan cuti karena mereka bisa mengajukan SKS," kata Rektor ITS Mochamad Ashari dalam Talk Show PMMB di Assembly Hall Mandiri Jakarta, Rabu.

Menurut Ashari, pengambilan cuti kuliah karena mahasiswa melakukan magang merupakan tradisi kuno yang harus ditinggalkan.

Baca juga: Cerita mahasiswa yang ikuti magang bersertifikat dari FHCI

Baca juga: Kemendikbud: Program magang "win-win solution" bagi industri-PT

Baca juga: Nadiem Makarim dorong BUMN rancang program magang kelas dunia


Sebagai langkah mendukung perkuliahan mahasiswa yang mengajukan magang maka ITS menyediakan kuliah daring yang dapat diakses oleh mahasiswa pada saat perkuliahan disiarkan secara langsung (live streaming) ataupun mengambil bahan perkuliahan.

Jurus lainnya yang digunakan ITS untuk mendukung program magang yang menciptakan SDM unggul dengan menyetarakan porsi mata kuliah dengan program magang.

"Kami juga tetap menjaga 'body of knowledge' agar tetap sesuai standar, kita sesuaikan target- target pencapaian misalnya teknik elektro harus mendapatkan pendidikan dasar atau tentang science sekian persen dari magangnya," kata Ashari.

ITS yang juga pernah mendapatkan penghargaan dari FHCI sebagai kontributor terbaik dalam PMMB 2019 mengaku pihaknya akan terus mendukung program magang karena membantu mahasiswanya memperkaya pengalaman sebelum bekerja.

"Bagi perusahaan yang mengadakan magang ataupun riset inovasi mereka mendapatkan insentif dari negara, maka itu kita mendukung program magang. Magang juga menarik diikuti mahasiswa karena dapat pengalaman, sambil melamar kerja," kata Ashari.

Program magang bersertifikat yang digagas oleh FHCI yang merupakan forum yang dibentuk oleh para pengurus Sumber Daya Manusia di perusahaan- perusahaan BUMN sejak 2018 sudah menerima 16.500 mahasiswa untuk melakukan program magang bersertifikat.

Pada periode 2020 sebanyak 4508 mahasiswa dari 300 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta mengikuti magang di 143 BUMN yang tergabung dalam FHCI.
 

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar