Kejari Singkawang musnahkan barang bukti narkotika

id kejari singkawang, narkotika singkawang

Kejari Singkawang musnahkan barang bukti narkotika

Pemusnahan barang bukti hasil penanganan perkara tindak pidana umum dari bulan September 2019 sampai bulan Februari 2020 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkrah) di halaman Kantor Kejaksaan Singkawang, Rabu (Rudi)

Pontianak (ANTARA) - Kejaksaan Negeri Singkawang memusnahkan barang bukti tindak pidana umum perkara berupa tindak pidana narkotika dan kesehatan.

Kepala Kejaksaan Negeri Singkawang, Sinarta Sembiring mengatakan, barang bukti perkara yang dimusnahkan adalah hasil penanganan perkara tindak pidana umum dari bulan September 2019 sampai bulan Februari 2020 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkrah).

"Untuk penanganan perkara tindak pidana narkotika yang kita musnahkan ada sebanyak 53 perkara yang terdiri dari 350,0853 gram sabu dan 0,31 gram pil ekstasi. Sedangkan untuk penanganan perkara tindak pidana kesehatan yang dimusnahkan ada sebanyak 1 perkara yang meliputi 40 item obat tanpa izin edar yang ditemukan di toko obat yang ada di Kota Singkawang," katanya di Singkawang, Kamis.

Dia mengatakan, Kejaksaan Negeri Singkawang tetap berkomitmen tinggi dalam menjalankan amanah dari masyarakat dan negara, bahwa kejahatan narkoba itu harus diberantas.

"Tentunya dalam pemberantasan narkotika di Kota Singkawang kami juga perlu dukungan dari semua pihak terutama pemerintah, pihak kepolisian, BNNK dan Pengadilan Negeri," ujarnya.

Dia pun tak segan-segan memberikan tuntutan yang lebih tinggi untuk oknum yang terlibat dengan narkotika.

Dalam kegiatan itu juga, pihaknya ikut memusnahkan sejumlah handphone yang diduga sebagai alat sarana pelaku dalam melakukan transaksi narkotika.

"Selain handphone juga ada alat timbangan," ungkapnya.

Kepada masyarakat Singkawang, pesannya, jika memang mengetahui adanya suatu kegiatan narkotika di sekitar lingkungannya mohon dilaporkan kepada pihak yang berwajib seperti polisi atau BNNK.

Pelaksana Harian Kepala BNNK Singkawang, Feriyanto mengatakan, sepanjang tahun 2019 hasil tangkapan yang dilakukan BNNK yang sampai ke persidangan Pengadilan Negeri Singkawang ada sebanyak dua berkas.

"Dua berkas itu diduga ada keterlibatan oknum, sedangkan untuk kasus lainnya yang berhasil diungkap BNNK Singkawang kita teruskan ke BNNP, sehingga yang menindaklanjutinya adalah BNNP," katanya.

Apapun yang ada kaitannya dengan peredaran narkotika, BNN dari tingkat pusat sampai daerah tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran gelap narkotika.

"Maka dari itu, saya mengimbau ke masyarakat Singkawang jangan sampai tergoda dengan narkotika. Tetapi mari kita sama-sama memerangi narkoba," ajaknya.

Sementara Kepala Kantor Pengadilan Negeri Singkawang, Sugeng Sudrajat mengatakan, jika pihaknya juga konsen dalam pemberantasan narkotika di Singkawang.

"Jika dilihat dari persidangan untuk di Singkawang mungkin ada sekitar 40 persen perkaranya adalah kasus narkoba," katanya.

Kalau untuk vonis (putusan) bagi pengedar tentunya bervariasi dengan melihat fakta-faktanya di persidangan seperti apa.

Pada intinya, Pengadilan Negeri Singkawang tetap mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan obat-obat terlarang.

"Saya juga mengajak masyarakat untuk sama-sama memberantas narkotika," ajaknya.

Baca juga: BNN Singkawang rehabilitasi 42 pecandu narkoba

Baca juga: Petugas Lapas Singkawang dilarang komunikasi langsung dengan napi

Baca juga: Wali Kota Singkawang sesalkan petugas lapas terlibat narkoba

Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar