Bupati Sleman menyampaikan terima kasih kepada Tim SAR gabungan

id tim SAR,bupati,sungai sempor

Upacara penutupan pencarian korban di Posko SAR Gabungan, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Minggu. ANTARA/HO-Basarnas Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Sleman Sri Purnomo menyampaikan terima kasih kepada Tim SAR gabungan beserta seluruh relawan yang telah bekerja keras menemukan seluruh korban insiden kecelakaan sungai SMPN 1 Turi saat kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat (21/2).

"Kami mengucapkan terima kasih pada Basarnas kepada TNI/Polri dan kepada seluruh relawan yang sudah membantu selama dua hari dua malam mencari korban," kata Sri Purnomo seusai upacara penutupan pencarian korban di Posko SAR Gabungan, Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Minggu.

Meski sepuluh korban telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan, Sri menyampaikan duka mendalam karena seluruhnya dalam keadaan meninggal dunia.

Baca juga: Seluruh korban kecelakaan sungai SMPN 1 Turi sudah ditemukan
Baca juga: Tim DVI Polda DIY lakukan identifikasi dua korban insiden SMPN 1 Turi


"Kita tidak boleh bersedih terus menerus, mudah-mudahan anak-anak kita, 10 putri-putri terbaik dari SMPN 1 Turi. Mudah-mudahan mereka meninggal dalam keadaan husnul khatimah," kata dia.

Agar peristiwa serupa tak berulang, menurut Sri, seluruh kepala sekolah SMP swasta maupun madrasah telah diberikan pengarahan untuk sementara meniadakan kegiatan susur sungai atau kegiatan siswa di luar ruang.

"Kegiatan yang ada di luar yang membawa anak dalam jumlah besar, kita batalkan dulu. Bukan berati kita melarang kegiatan pramuka. Tetap bisa dilaksanakan di dalam sekolahan," kata dia.

Baca juga: Polda DIY tetapkan satu tersangka insiden siswa hanyut di Sleman
Baca juga: Mendikbud berbelasungkawa atas insiden siswa SMPN 1Turi Sleman


Sembari menunggu penyusunan prosedur tetap (protap) kegiatan di luar sekolah dari Mendikbud, menurut dia, Pemkab Sleman juga akan membuat regulasi terkait kegiatan itu.

"Ketika mereka akan keluar bagaimana jumlah siswa berapa jumlah pendampingnya, ini akan kita rumuskan dalam waktu tidak lama lagi supaya tujuannya adalah untuk menjamin keamanan dari siswa-siswi kita," kata Sri Purnomo.

Sebagaimana diketahui telah terjadi kecelakaan sungai di Sungai Sempor, Turi, Sleman pada Jumat sore (21/2), dengan korban siswa-siswi SMPN 1 Turi Sleman yang sedang menyelenggarakan kegiatan susur sungai.

Atas insiden itu, sebanyak 23 orang terkonfirmasi luka-luka dan 216 orang terkonfirmasi selamat. Sedangkan 10 korban lainnya telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Baca juga: 45 lembaga lakukan pencarian dan evakuasi siswa hanyut di Sleman
Baca juga: Kinerja personel gabungan siswa hanyut Sleman diapresiasi Kabasarnas
Baca juga: Tersangka insiden susur Sungai Sempor ditahan di Polres Sleman

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar