Kemarin, penimbunan masker diungkap hingga KKB ingin gagalkan PON

id Berita hukum menarik kemarin,masker

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (tengah) bersama jajarannya memberikan keterangan pers terkait dugaan penimbunan masker di gudang di Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Rabu (4/3/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/ama. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Jakarta (ANTARA) - Lima berita hukum pada Rabu (4/3) yang masih menarik untuk dibaca dan menjadi perhatian publik, Polisi ungkap penimbunan masker di Semarang hingga indikasi KKB ingin gagalkan penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua

1. Polisi bongkar penimbunan masker di Semarang

Semarang (ANTARA) - Polda Jawa Tengah mengungkap penimbunan masker kesehatan dan cairan antiseptik di Kota Semarang, menyusul kelangkaan terhadap alat-alat kesehatan itu di beberapa waktu terakhir.

Selengkapnya di sini

2. KPK mulai seleksi administrasi untuk empat jabatan struktural

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan seleksi administrasi untuk empat jabatan struktural, yakni Deputi Penindakan, Deputi Informasi dan Data, Direktur Penyelidikan, dan Kepala Biro Hukum.

Selengkapnya di sini

3. Bekas Menpora Imam dan Sesmenpora Gatot silat lidah saat sidang

Jakarta (ANTARA) - Bekas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Sekretaris Menpora yang saat ini masih menjabat Gatot S Dewa Broto saling silat lidah saat sidang pemeriksaan saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Selengkapnya di sini

4. Kapolda Papua: Ada indikasi KKB ingin gagalkan pelaksanaan PON

Timika (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengatakan ada indikasi KKB ingin menggagalkan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX terkait dengan kasus-kasus penembakan yang marak kembali di provinsi ini.

Selengkapnya di sini

5. Wakil Ketua KPK nyatakan tak akan lahirkan lagi fenomena cicak-buaya

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menyatakan bahwa KPK tidak akan melahirkan kembali fenomena "cicak versus buaya" dengan aparat penegak hukum lainnya, termasuk Polri.

Selengkapnya di sini

Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar