Twitter uji coba fitur mirip "Stories" di Brasil

id Twitter,stories

Ilustrasi fitur “fleets” pada Twitter, mirip “Stories” Instagram, yang tengah diuji coba di Brasil. (twitter.com/kayvz)

Jakarta (ANTARA) - Twitter mengatakan tengah menguji coba cuitan jenis baru yang akan menghilang setelah 24 jam, mirip dengan fitur “Stories” yang populer di Instagram, di Brasil.

Fitur cuitan yang dinamai “fleets” itu dapat dilihat dengan mengetuk gambar profil pengguna. Tidak seperti tweets, “fleets” tidak muncul di timeline pengguna untuk dapat menerima retweet atau balasan komentar dari pengguna lain.

“Kami berharap “fleets” dapat membantu orang berbagi pemikiran singkat bahwa mereka tidak mungkin menge-Tweet," kata pemimpin produk Twitter, Kayvin Beykpour, lansir Reuters, Kamis.

Ilustrasi fitur “fleets” pada Twitter, mirip “Stories” Instagram, yang tengah diuji coba di Brasil. (twitter.com/kayvz)

Untuk membuat “fleets”, dikutip dari The Verge, pengguna dapat mengetuk tombol tambah yang muncul di baris beranda baru untuk unggahan sementara yang berada di atas timeline beranda.

Baca juga: Twitter akan beri label untuk konten manipulatif

Baca juga: Twitter tambahkan cuitan balasan ke utas di iOS


Dari sana, pengguna dapat mengetik hingga 280 karakter teks atau menambahkan foto, GIF, atau video. Setelah itu, “fleets” akan muncul di barisan beranda atas. Dari sana, pengguna akan melihat “fleets” dari akun lain yang diikuti.

Namun, “fleets” tidak dapat di-like atau di-retweet. Pengguna dapat merespons “fleets” dengan emoji reaksi yang serupa dengan yang baru-baru ini diperkenalkan dalam Direct Message (DM). Pengguna juga dapat merespons dengan teks, yang akan membuka DM.

Pengembangan fitur tersebut dilakukan Twitter hampir setahun setelah pesaingnya, Facebook, mengumumkan akan mengalihkan fokus ke arah membangun produk yang menekankan privasi dan bersifat sementara, yang membuat pengguna semakin tertarik.

Twitter dalam beberapa bulan terakhir telah meluncurkan sejumlah fitur baru untuk membuat platform tersebut lebih ramah pengguna.

Namun, pertumbuhan perusahaan tersebut tertinggal di belakang pesaingnya yang membuat investor menyebut Twitter telah gagal berinovasi atau berkembang di luar platform intinya.

Saham Twitter jatuh tahun lalu ketika diungkapkan bahwa platformnya mengalami gangguan yang menghambat kemampuannya untuk iklan dan berbagi data dengan mitra.

Baca juga: #StopPanikLawanCorona jadi tren di Twitter

Baca juga: Twitter tangguhkan akun pro-Bloomberg karena manipulasi

Baca juga: Twitter benarkan akun Facebook dan Messenger miliknya diretas


Pewarta : Arindra Meodia
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar