Ruang isolasi RSPI penuh, pasien terduga corona dirujuk ke RS lain

id Rumah sakit, suspect corona, virus corona, covid-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019,RSPI,Rumah Sakit P

Ruang isolasi RSPI penuh, pasien terduga corona dirujuk ke RS lain

Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Mohammad Syahril memberikan keterangan pers terkait pasien suspek dan positif virus corona (Covid-19) di Jakarta, Kamis (5/3/2020). (ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta, Mohammad Syahril menyatakan, sebelas ruang isolasi untuk merawat pasien positif dan pasien dengan pengawasan virus corona (Covid-19) penuh.

Karena itu, pasien lainnya yang diduga (suspect) terjangkit virus corona akan dirujuk ke delapan rumah sakit di Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan ruang isolasi.

"Jadi tolong disampaikan, jangan ada kesan RSPI menolak pasien, karena memang penuh, ga mungkin dimasukan dalam ruangan yang bukan isolasi," kata Syahril di Jakarta, Kamis.

Syahril mengatakan, dua ruangan isolasi yang tersisa masih menerima pasien baru terduga terjangkit virus corona.

Baca juga: 68 ABK Diamond Princess masuk lokasi observasi Pulau Sebaru
Baca juga: Meneguhkan kemanusiaan hadapi corona


Namun pihaknya mengantisipasi bila ada pasien rujukan baru yang tidak mendapat perawatan di ruang isolasi, sebab sebelumnya ruangan isolasi sempat penuh.

Ruangan isolasi di rumah sakit rujukan juga
dilengkapi alat negative presure machine dan alat pengatur sirkulasi udara, yang sama dengan penanganan pasien dengan pengawasan corona.

"Mohon disampaikan kalau ada RS swasta yang ingin dirujuk dan di sini penuh. Tetapi kalau nanti ada pasien di sini pulang dan ada yang kosong, bisa lagi masuk sini," kata dia.

Rumah sakit rujukan Pemprov DKI Jakarta untuk pasien dengan pengawasan virus corona, yakni RS Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RSUD Pasar Minggu, RSUD Cengkareng, RS TNI AL Mintohardjo dan RS Sukamto Bhayangkara Polri serta RSUD Fatmawati.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar