BSNP sebut belum ada langkah khusus terkait pelaksanaan UN

id Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Abdul Mu'ti, BSNP, UN ditengah covid-19,virus covid-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-nco

BSNP sebut belum ada langkah khusus terkait pelaksanaan UN

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Dr Abdul Mu'ti. (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Abdul Mu'ti menyebut belum ada langkah khusus terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN) seiring dengan merebaknya virus corona tipe baru penyebab COVID-19. 

"Belum ada langkah khusus. Besok baru akan dibicarakan dalam rapat BSNP dan Kemendikbud," ujar Mu'ti menjelaskan rencana rapat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, Kamis.

Mu'ti menambahkan perlu ada upaya pencegahan penularan virus COVID-19 segera di Indonesia. Jangan sampai terjadi penyebaran virus tersebut saat penyelenggaraan UN di sekolah mulai dilakukan. 

Baca juga: USBN mulai 2020 tak ada lagi untuk jenjang SD, sebut Kemendikbud

Presiden Joko Widodo mengonfirmasi dua warga Depok yang terkena COVID-19 dan saat ini sedang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Pemerintah menunjuk delapan rumah sakit di Jakarta untuk pasien suspect terinfeksi SARS CoV-2.

"Besok akan kami sampaikan hasilnya, pastinya mengutamakan keselamatan siswa," kata dia.

Sebelumnya, BSNP mengubah prosedur operasional standar ujian nasional 2020. Peraturan BSNP Nomor 0051/P/BSNP/XI/ 2019 tentang Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional 2019/2020 tidak berlaku lagi dan sebagai gantinya BSNP menerbitkan Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional yang baru.

Perubahan itu juga dilakukan sehubungan dengan penerbitan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional.

Baca juga: BSNP ubah prosedur operasional standar ujian nasional

UN akan dilaksanakan menggunakan komputer ataupun kertas pensil dengan ketentuan sekolah yang akan menyelenggarakan ujian berbasis kertas pensil harus meminta persetujuan dari BSNP terlebih dahulu.

UNBK untuk jenjang SMK akan diselenggarakan 16 Maret hingga 19 Maret 2020. Kemudian UNBK untuk SMA/MA akan diselenggarakan 30 Maret hingga 2 April 2020.

Untuk jenjang SMP/MTs, UN akan diselenggarakan pada 20 April hingga 23 April 2020.

Baca juga: Mendikbud katakan tidak ada lagi miniatur UN di sekolah
Baca juga: Mendikbud Nadiem hapus Ujian Nasional mulai 2021, benarkah?

 

Pewarta : Indriani
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar