PMI Jatim terbitkan surat pelurusan terkait penulisan kata "suspect"

id virus corona,covid-19,sekdaprov jatim,pmi jatim,penanganan corona,corona,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono (kiri) bersama Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim dr Harsono saat menunjukkan surat pelurusan tentang imbauan ke Ketua PMI kabupaten/kota di Kantor PMI Jatim di Surabaya, Kamis (05/03/2020), (ANTARA /Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Palang Merah Indonesia Jawa Timur menerbitkan surat baru sebagai pelurusan dari surat imbau sebelumnya perihal tindakan penyebaran virus corona (COVID-19) yang ditujukan ke ketua PMI kabupaten dan kota se-Jatim.

"Kami minta maaf karena ada salah penulisan kata 'suspect' dan surat ini sebagai pelurusan dari sebelumnya," ujar Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim dr Harsono ditemui usai rapat di kantornya di Jalan Karang Menjangan Surabaya, Kamis.

Baca juga: Lebak pantau tenaga asing cegah virus corona

Surat terbaru dari PMI bernomor 269/02/06/00/YANKES/III/2020 tertanggal 5 Maret 2020 perihal meluruskan berita dalam surat Nomor 267/02/06/00/YANKES/III/2020.

Di surat pertama tertanggal 3 Maret 2020, terdapat kata-kata “suspect” di poin dua, namun pada surat terbaru sudah dihilangkan.

"Berikan pendampingan terhadap mereka yang dinyatakan sehat dari observasi di Pulau Natuna dan sudah mendapatkan Surat Keterangan Sehat dari Kementerian Kesehatan RI agar terbebas dari rasa traumatis. Jumlah warga Jawa Timur sebanyak 65 orang,” tulis poin kedua dalam surat tersebut.

Baca juga: Kemenkes: Tidak ada bukti virus corona penyakit zoonotik

Di nomor sama juga tertulis rincian daftar dari 65 orang tersebut serta nama kabupaten/kotanya.

PMI Jatim, kata dia, berharap seluruh PMI kabupaten/kota se-Jatim segera menyampaikan surat pelurusan tersebut sehingga tidak membuat resah masyarakat.

"Dengan adanya surat ini maka diharapkan masyarakat tenang karena memang yang dimaksud pertama bukanlah 'suspect'. Kami sudah mengirimnya ke daerah untuk ditindaklanjuti," kata mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono menyampaikan dengan adanya surat ini maka keresahan yang timbul bisa diminimalisasi.

"Sesuai arahan Ibu Gubernur Khofifah, kami diminta untuk koordinasi dengan PMI Jatim lalu mengklarifikasi surat PMI Jatim tertanggal 3 Maret 2020," katanya.

Koordinasi, lanjut dia, dilakukan melalui rapat yang dipimpin Sekdaprov di Kantor PMI Jatim yang dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim dr Harsono, Wakil Ketua PMI Jatim Prof Dr dr Aryati, MS, SpPK (K) serta Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Herlin Ferliana.

Baca juga: Indonesia butuh panel ahli untuk penanganan krisis COVID-19
Baca juga: Presiden Jokowi contohkan cara cegah COVID-19 melalui video
Baca juga: Pertamedika IHC siap bantu pemerintah hadapi COVID-19

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar