Mentan minta distribusi pupuk bersubsidi ke petani tidak terlambat

id pupuk subsidi,kementerian pertanian,pupuk indonesia

Mentan minta distribusi pupuk bersubsidi ke petani tidak terlambat

Petani memupuk padi di area persawahan Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (26/1/2020). Pemerintah menyiapkan pupuk bersubsidi sebesar 7,15 juta ton pada tahun 2020 dan alokasi cadangan sebesar 794 ribu ton, berkurang jika dibandingkan total kebutuhan 2019 yang saat itu mencapai 8,8 juta ton. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/nz (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta distribusi pupuk dan pembagian benih dilakukan tepat waktu dan tepat sasaran dengan penerima utama para petani yang benar-benar membutuhkan.

Mentan saat menghadiri rapat pimpinan bersama jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Ruang Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat, meminta jajarannya turun langsung ke lapangan. 

Baca juga: Alokasi pupuk bersubsidi di wilayah Jabar turun

"Saya minta kalian turun langsung ke lapangan, bagi bibit jangan terlambat dan beri pupuk kepada petani yang benar-benar membutuhkan," kata Mentan melalui keterangan di Jakarta, Jumat.

Mentan berharap Ditjen Tanaman Pangan (TP) dapat memanfaatkan perangkat Pusat Komando Strategi Tanaman Pangan sehingga mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, Ditjen TP wajib memonitor semua kegiatan pembangunan pertanian, seperti mengawal Kostratani, menggali potensi garapan lahan hingga mempermudah akses harga yang sesuai dengan petani dan pasar.

Baca juga: Pupuk Indonesia siap penuhi alokasi pupuk bersubsidi 9,1 juta ton

Sementara itu, Kementerian Pertanian telah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 sebanyak 7,94 juta ton dengan nilai Rp26,3 triliun.

Namun, penetapan jumlah subsidi ini didasarkan melalui luas lahan baku sawah 7,1 juta hektare yang diterbitkan Kementerian ATR pada 2018.

Baca juga: Tepis isu kelangkaan, Kementan minta pemda salurkan pupuk bersubsidi

Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian mengusulkan penambahan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 1,2 juta ton, setelah adanya rilis terbaru lahan baku sawah seluas 7,46 juta hektare

Tercatat hingga 29 Februari 2020, Pupuk Indonesia Grup telah menyalurkan 1.619.476 ton pupuk bersubsidi yang terdiri dari 784,547 ton Urea, 479,321 ton NPK, 136.490 ton SP-36, 140.954 ton ZA, dan 78.164 ton Organik.

Baca juga: Kementan usulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi 1,2 juta 

 

Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar