Umat Katolik di Kupang mengikuti misa secara online

id misa di rumah,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Umat Katolik di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti perayaan misa mingguan melalui radio pada Minggu (21/3/2020) guna mencegah penyebaran virus COVID-19. ANTARA/ Benny Jahang

Kupang (ANTARA) - Umat Katolik di Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti perayaan misa Mingguan (21/3/2020) secara daring (online) melalui Radio Tirilolok guna mencegah adanya penularan COVID-19 di kalangan umat setempat.

"Kami sudah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Pastor Paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang agar untuk sementara tidak melayani misa dan proses jalan jalib jumat pra paskah guna mengantisipasi adanya penyebaran virus COVID-19," kata Vikjen Keuskupan Agung Kupang, RD Gerardus Duka, Pr.

Ia mengatakan, pelayanan misa ditiadakan sebagai bentuk dukungan Gereja Katolik terhadap kebijakan Pemerintah dalam mencegah percepatan penularan virus COVID-19 di provinsi berbasis kepulauan ini.

"Semua Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang tidak melakukan kegiatan misa mingguan, jalan salib dan katakese kelompok. Semua umat mengikuti misa mingguan dari rumah," kata Gerardus Duka.

Baca juga: Uskup Manado misa live streaming cegah Covid-19
Baca juga: Uskup Diosis Amboina tiadakan misa di Maluku-Malut


Menurut RD Gerardus Duka, serangan virus Covid-19 bukan bersifat lokal tetapi telah menjangkiti seluruh masyarakat dunia, sehingga menjadi keprihatinan gereja dengan meniadakan kegiatan yang melibatkan umat dalam jumlah banyak guna mencegah penyebaran COVID-19.

Sementara itu Ny. Ansi Kedaru warga Kelurahan Naikoten II, Kota Kupang mengatakan mendukung kebijakan Keuskupan Agung Kupang untuk sementara meniadakan misa di Gereja.

"Virus COVID-19 bukan virus yang biasa tetapi merupakan virus yang mematikan, sehingga kebijakan Keuskupan Agung Kupang agar kami mengikuti perayaan misa melalui radio sangat tepat dan mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19. Penyebaran penyakit COVID-19 sudah mendunia sehingga kita harus mengikuti kebijakan pemerintah secara serius dalam penanganan kasus virus ini," kata Ny. Ansi Kedaru.

Menurut mantan perawat pada RSUD.Prof.Dr. W.Z.Johanis Kupang ini masyarakat harus mengikuti berbagai arahan pemerintah dalam mencegah penularan COVID-19 dengan melakukan aktifitas di rumah dalam beberapa pekan ke depan.

Baca juga: Gereja Katolik Indonesia dukung kebijakan pemerintah cegah COVID-19
Baca juga: PGI imbau gereja meniadakan ibadah selama dua pekan
Kondisi Gereja St Yosep Naikoten , Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur yang selalu dipadati umat yang merayakan misa, terlihat lengang pada Minggu (21/3/2020) setelah adanya imbauan Uskup Agung Kupang untuk meniadakan kegiatan misa mingguan guna mencegah penyebaran virus COVID-19. (ANTARA/ Benny Jahang)

Pantauan ANTARA pada beberapa gereja Katolik di Kota Kupang seperti Gereja St. Yosep Naikoten, Gereja Katedral Kupang, Gereja St. Matias Rasul Maulafa, Gereja Fransiskus Asisi BTN Kolhua maupun Gereja Assumpta semuanya lengang tanpa ada umat Katolik yang datang ke gereja setempat.

Umat Katolik lebih memilih mengikuti misa perayaan minggu melalui media daring (online) yang disiakan Radio Tirilolok.

Kondisi berbeda terlihat di Gereja Koinonia, Kota Kupang yang tetap melaksanakan kegiatan ibadah Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Semua kegiatan gereja dengan keramaian ditiadakan antisipasi COVID-19
Baca juga: Keuskupan Agung Jakarta imbau penyemprotan disinfektan kawasan gereja


Menurut Ketua Panitia perayaan Gerejawi, Paskah dan Pentekosta, Gereja Koinonia, Chris Lake mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan ibadah karena belum ada keputusan pemerintah tentang lockdowon terkait penanganan virus COVID-19.
Umat Kristen yang hendak mengikuti ibadah di Gereja Koinonia, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur diwajibkan melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum masuk ke dalam halaman gereja guna mengikuti ibadah Minggu (21/3/2020) sebagai upaya mencegah penyebaran virus COVID-19. (ANTARA Benny Jahang)
Kendati demikian kata Chris Lake, pihak Gereja Koinonia tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dalam penanganan virus COVID-19 dengan mewajibkan semua umat melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum masuk dalam kawasan gereja serta mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke dalam gedung gereja.

"Kami juga telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan seluruh ruangan gereja. Umat yang duduk dalam gereja juga saling berjauhan sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Beberapa kegiatan paskah dengan melibatkan banyak umat sudah dibatalkan guna mencegah penyebaran virus COVID-19 termasuk meniadakan kegiatan ibadah mingguan pada pekan depan ," tegas Chris Lake. 

Baca juga: Respon cepat gereja cegah penularan dan penyebaran COVID-19
Baca juga: PGI akan ikuti arahan pemerintah perihal kegiatan ibadah di gereja
Baca juga: PGI akan ikuti arahan pemerintah perihal kegiatan ibadah di gereja

 

Pewarta : Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar