Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Manajemen Arema FC hingga saat ini masih menunggu keputusan resmi dari federasi sepak bola Tanah Air, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), dan memperpanjang libur para pemain untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau COVID-19.

Media Ofiser Arema FC Sudarmaji mengatakan bahwa Arema FC terpaksa kembali menunda latihan perdana yang seharusnya dijadwalkan pada Senin, 23 Maret 2020. Keputusan tersebut, tidak lepas dari status tanggap darurat yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Arema semprot "kandang singa" dengan desinfektan antisipasi COVID-19

"Kami terus memantau perkembangan dari situasi ini. Sesi latihan terpaksa kembali dijadwalkan ulang karena banyak fasilitas latihan yang memilih untuk tutup," kata Sudarmaji di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Menurut Sudarmaji, sesi latihan untuk Hendro Siswanto dan kawan-kawan tersebut, rencananya akan kembali digelar pada Selasa, 31 Maret 2020.

Sudarmaji menjelaskan penundaan latihan tim berjuluk Singo Edan itu tidak lepas dari status tanggap darurat bencana terhadap virus corona. Status darurat tersebut, berdampak pada tempat-tempat latihan yang harus ditutup sementara waktu.

Sudarmaji menambahkan menyikapi hal tersebut, tim pelatih Singo Edan telah mempersiapkan modul latihan di dalam rumah, yang harus dilakukan oleh para pemain. Para pemain juga wajib melapor ke pelatih dengan mengirimkan video latihan di rumah.

"Modul itu diberi tagline Arema Home Workout. Selama aktivitas latihan berlangsung di rumah semua pemain wajib melaporkan ke pelatih dalam bentuk video," kata Sudarmaji.

Baca juga: Arema siapkan latihan tertutup antisipasi COVID-19

Baca juga: Arema FC minta federasi segera ambil keputusan terkait dampak COVID-19


Selain memberikan modul pelatihan di dalam rumah, Arema FC juga masih menunggu keputusan resmi dari federasi sepak bola Tanah Air, menyusul sikap PSSI yang menyatakan menunda kompetisi hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Selain itu, tim besutan Mario Gomez tersebut, juga menunggu arahan terkait implementasi dampak penundaan kompetisi tersebut, terhadap kontrak para pemain dan ofisial yang bermarkas di Kota Malang itu.

"Kami optimistis federasi memiliki solusi terbaik bagi semua pihak, jika memang ada keputusan menghentikan kompetisi, karena memang kondisi darurat," ujar Sudarmaji.

Sebelumnya, sesuai rekomendasi dari tim dokter Arema FC, tim Singo Edan telah melakukan penundaan latihan, yang seharusnya dilakukan pada Jumat (20/3).

Selain menunda latihan, tim medis juga menyarankan agar seluruh pemain, pelatih dan ofisial tim untuk melakukan social distancing di rumah masing-masing.

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2020