PM Hongaria terapkan karantina wilayah, sebut puncak pandemi pada Juli

id hongaria,lockdown,virus corona,corona,covid-19,karantina wilayah,pandemi corona

Warga dan polisi berkumpul saat perbatasan Hungaria-Austria ditutup, saat meluasnya penyebaran virus COVID-19, dekat Nickelsdorf, Austria, Rabu (18/3/2020). ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa. (REUTERS/LEONHARD FOEGER)

Budapest (ANTARA) - Hongaria menerapkan kebijakan karantina wilayah atau lockdown selama dua pekan untuk memperlambat laju penyebaran virus corona yang diperkirakan mencapai puncak di negara itu pada Juni atau Juli mendatang, demikian disampaikan Perdana Menteri Viktor Orban, Jumat.

Dengan kebijakan yang akan mulai berlaku pada Sabtu (28/3) tersebut, warga hanya diizinkan untuk berbelanja dan melakukan olahraga di luar ruangan secara terbatas, serta tetap memperhatikan imbauan menjaga jarak fisik dengan orang lain.

Personel kepolisian juga akan turun tangan dalam memastikan kebijakan itu dipatuhi oleh masyarakat. Polisi mempunyai wewenang untuk mengenakan denda kepada mereka yang melanggar.

Orban menyatakan bahwa pemerintah akan menyajikan rencana aksi pasca-pandemi untuk sektor ekonomi pada pekan pertama atau kedua di bulan April.

Hingga saat ini, jumlah kasus COVID-19 akibat infeksi virus corona yang terkonfirmasi di Hongaria berjumlah 300 kasus, dengan 10 kasus berujung kematian. Orban menyebut angka nyata di lapangan mungkin saja lebih tinggi.

Sumber: Reuters
Baca juga: Hongaria benarkan dua kasus pertama corona

Pewarta : Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar