Kapusdokkes Polri minta warga Sukabumi tidak khawatir COVID-19

id covid 19,musyafak,siswa setukpa,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Musyafak (kedua kiri) dan Karopenmas Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers di Setukpa Lemdikpol, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). (ANTARA/HO-Polri/aa. (ANTARA/ Handout Polri)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Musyafak meminta warga sekitar Kompleks Setukpa Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat, tidak perlu khawatir akan tertular virus COVID-19 pasca ratusan siswa Setukpa terdeteksi positif dalam rapid test COVID-19.

Musyafak pun menjamin kesehatan warga sekitar Kompleks Setukpa, tetap aman.

"Luas Setukpa ini 40 hektar, dijamin masyarakat sekitar tidak terpapar karena mereka (para siswa Setukpa) diisolasi di dalam asrama," kata‎ Musyafak saat dihubungi, Rabu.

Sebelumnya, sebanyak 1.500 siswa Sekolah Inpektur Polisi (SIP) angkatan 49 Setukpa Lemdiklat Polri menjalani rapid test, lalu ditemukan ada 300 siswa diantaranya terdiagnosa positif. Mereka pun langsung menjalani masa isolasi selama 14 hari di asrama Setukpa.

Baca juga: Polri: 300 siswa Setukpa positif 'rapid test' belum tentu COVID-19

Dia menjelaskan, selama masa isolasi, ratusan siswa ini bakal melakukan olahraga ringan dan berjemur secara rutin sebagaimana pasien yang sedang menjalani masa isolasi.

"Pokoknya masyarakat di sini (Sukabumi), jangan khawatir. Apalagi hasil rontgen mereka normal, tidak mengarah ke pneumonia. Semua dalam batas normal," ‎tambah jenderal bintang satu itu.

Dia menegaskan ‎300 siswa tersebut belum bisa dipastikan terinfeksi virus COVID-19. Mereka kini berstatus sebagai orang dalam pengawasan (ODP).

"Hanya saja berdasar rapid test itulah orang kadang-kadang oh positif, kadang belum tentu COVID-19. Walaupun demikian tetap saya tangani seperti halnya menangani orang dalam pengawasan (ODP) kasus pandemi COVID-19," kata mantan Kepala Rumah Sakit Polri Said Sukanto ini.

Hal itu karena rapid test hanya memeriksa antibodi dan tidak secara spesifik mengecek keberadaan virus COVID-19 di tubuh pasien.

Untuk memastikan, nantinya setelah masa isolasi selama 14 hari, ratusan siswa itu harus menjalani pemeriksaan lanjutan dengan tes swab.

Baca juga: Hasil rapid test 300 siswa Setukpa Polri Sukabumi positif COVID-19

Baca juga: Polri: Para siswa Setukpa dikembalikan ke polda asal

Baca juga: TNI-Polri perketat pengawasan perbatasan wilayah Penajam cegah Corona

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar