ODP di Aceh sebanyak 893 orang, PDP bertambah satu

id Aceh,Pemprov Aceh,Banda Aceh,Covid-19,Virus Corona,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

ARSIP - Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif (kiri) dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani (kanan) saat jumpa pers di Banda Aceh, Senin (23/3/2020). (ANTARA/Khalis)

Banda Aceh (ANTARA) - Orang dalam pemantauan (ODP) terkait COVID-19 di Provinsi Aceh pada Rabu berjumlah 893 orang, terdapat penambahan sebanyak 96 orang jika dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 797 orang, sedangkan PDP bertambah satu menjadi 45 orang.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani mengatakan pihaknya mendapat data terbaru tersebut berdasarkan laporan dari surveilens posko gugus tugas percepatan penanggulangan COVID-19 dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Baca juga: Kepala desa di Aceh Barat boleh pakai dana desa tanggulangi Covid-19

"ODP di Aceh yang sebanyak 893 kasus tersebut, di antaranya 162 kasus sudah selesai masa pemantauannya, dan 731 kasus lainnya masih pemantauan," kata Syaifullah di Banda Aceh, Rabu.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) di Aceh sebanyak 45 orang, terdapat penambahan satu orang dibandingkan data Selasa (31/3) kemarin.

Kata dia, jumlah PDP yang masih dalam perawatan sebanyak sembilan orang. Mereka tersebar di rumah sakit rujukan RSUD Zainoel Abidan Banda Aceh, serta ada yang dirawat di rumah sakit rujukan kabupaten/kota.

"Jumlah PDP yang telah konfirmasi sebagai PDP positif COVID-19 sebanyak lima kasus, yakni empat kasus positif dirawat oleh tim medis respiratory instensive care unit (RICU) RSUD Zainoel Abidin dan dan satu kasus meninggal dunia," katanya.

Baca juga: MPU Aceh keluarkan tausiah terkait shalat berjamaah saat COVID-19

Selain itu, kata dia, seorang warga Aceh Utara berinisial EY yang meninggal dalam status PDP beberap waktu lalu dinyatakan negatif COVID-19, berdasarkan hasil laboratorium Balitbangkes.

"Artinya PDP inisial EY ini tidak terbukti terinfeksi corona virus," katanya.

Namun dia meminta keluarga dekat maupun yang berkontak dekat dengan EY untuk tetap menjaga kesehatan dan menjaga jarak antar sesama seperti masyarakat lainnya.

"Apabila merasakan gelaja demam, batuk, atau flu, segera memeriksa diri ke rumah sakit," katanya.

Baca juga: Pemerintah Aceh pastikan lindungi tim medis COVID-19

Pewarta : Khalis Surry
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar