Kasus meninggal bertambah jadi dorongan kuat putus penyebaran COVID-19

id Achmad Yurianto, pasien corona, PDP, positif COVID-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Ghaha BNPB Jakarta, Rabu sore. (ANTARA/HO-Humas BNPB)

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan keprihatinan bertambahnya korban meninggal akibat COVID-19, karena itu diharapkan semakin mendorong tekad untuk memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

"Kita sangat prihatin, duka mendalam dan belasungkawa atas bertambahnya korban, baik dari masyarakat umum maupun tenaga medis. Karena itu, ini keprihatinan mendalam bagi kita sekaligus menjadi dorongan kuat untuk memutuskan rantai penyebaran penyakit ini," kata Yuri dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-9 di Graha BNPB di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Positif COVID-19 di Indonesia naik jadi 1.986 kasus, 134 sembuh

Baca juga: 54 pasien COVID-19 di DKI Jakarta sembuh


Di antara pasien yang meninggal termasuk para tenaga medis yang menjadi ujung tombak dalam penanganan penyakit tersebut.

"Di antara mereka ini ada guru-guru kita, senior-senior kita yang tanpa lelah menurunkan ilmu mereka kepada kita dan mereka meninggal dalam keadaan melaksanakan tugas," tambah dia.

Hingga Jumat (3/4), tercatat 1.986 kasus positif COVID-19, 134 pasien dinyatakan sembuh, sementara 181 lainnya meninggal dunia.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 1.790 kasus positif, sementara pasien yang sembuh 112 orang, sedangkan meninggal 170 orang.

Baca juga: Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet rawat 127 pasien positif COVID-19

Baca juga: 24 pasien positif COVID-19 RSPI Sulianti Saroso dinyatakan sembuh


Yuri mengatakan kunci untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru itu adalah bagaimana menyikapinya dan berperilaku.

"Tentunya diawali dari masing-masing diri, jaga stamina, patuhi arahan-arahan yang telah diberikan pemerintah dan ikuti perkembangan penyakit ini melalui berita-berita yang benar," ujar Yuri.
 

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar