IKAMA imbau warga Jabar asal Madura tidak mudik Lebaran

id Ikatan Keluarga Madura, IKAMA, Jabar, Mudik Lebaran,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Ilustrasi - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau pelaksanaan RDT COVID-19 di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya, Selasa (7/4/2020). (Dok Humas Pemprov Jabar)

Bandung (ANTARA) - Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) Jawa Barat (Jabar) imbau seluruh warga Jabar asal Madura menahan diri tidak mudik Lebaran 2020 ke kampung halaman untuk menekan potensi penyebaran wabah virus corona penyebab COVID-19.

"Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 agar tidak lebih meluas, ingat harus bisa jaga diri kita, jaga keluarga kita, dan jaga saudara-saudara kita yang ada di kampung terhadap ancaman wabah COVID-19 yang sedang mewabah di negeri ini," kata Ketua IKAMA Jabar Akhmad Marjuki dalam siaran persnya, Rabu.

Akhmad Marjuki yang baru terpilih sebagai Wakil Bupati Bekasi itu juga mengajak warga Jabar asal Madura memanfaatkan pandemi COVID-19 sebagai momentum untuk membangun solidaritas nasional.

"Jadi solidaritas nasional harus dimaknai dengan membangun kebersamaan, meningkatkan gotong royong, saling membantu satu dengan yang lain, tidak saling menyalahkan dan menempatkan diri sesuai tugas masing-masing," katanya.

Baca juga: Kapolda Kalbar imbau masyarakat tidak mudik

Baca juga: Cegah COVID-19, Polda Jabar perintahkan anggotanya agar tidak mudik

Baca juga: 56 persen warga tidak akan mudik, kata Ketua Gugus Tugas COVID-19


Dia mengatakan, bangsa Indonesia harus yakin bahwa situasi kritis wabah COVID-19 bakal terlewati sehingga pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah lewat gugus tugas penanganan COVID-19.

"Agar semua kebijakan dan penanganan terkoordinasi dengan baik," katanya.

Marjuki menekankan, dalam menghadapi situasi saat ini, seluruh pihak tidak boleh melangkah dan mengambil kebijakan sendiri-sendiri dan sebaliknya, harus ada koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, agar tidak memunculkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat.

"Pemerintah juga harus memastikan situasi berjalan dengan baik, pasokan pangan tetap terjaga, pelayanan publik tetap berjalan, dan memastikan penanganan pasien terdampak wabah virus Corona dapat ditangani dengan baik dan maksimal," kata dia.

Berdasarkan catatannya, warga Jabar asal Madura yang tergabung dalam IKAMA Jabar jumlahnya mencapai 500.000 orang.

Mayoritas dari mereka merupakan pekerja informal dan Marzuki kembali mengimbau seluruh warga Jabar asal Madura taat kepada imbauan pemerintah pusat dan daerah.

"Kapan lagi kita membantu program pemerintah untuk bisa memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19? Kita juga harus sayang dengan keluarga, anak, dan istri kita. Tidak lupa juga, harus sayang dengan pemerintah Indonesia dimana kita tinggal saat ini," katanya.

Marzuki mengingatkan siapapun untuk tidak memanfaatkan momentum dalam situasi kritis ini, apalagi menyebarkan berita-berita hoaks yang bakal semakin memperkeruh suasana.

"Situasi ini harus menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran diri kita sendiri dengan saling membantu, meningkatkan persatuan, dan saling bekerja sama. Yakinlah bangsa ini akan mampu menghadapi musibah dan seluruh persoalan yang dihadapi negeri ini," katanya.*

Baca juga: MUI Bangka Barat imbau warga tidak mudik, cegah penyebaran corona

Baca juga: Gubernur Sulsel minta mahasiswa tidak mudik

Baca juga: Wali Kota Semarang minta masyarakat tidak mudik saat pendemi COVID-19

Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar