Wali Kota Kediri umumkan tambahan satu pasien positif COVID-19

id positif corona kediri,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di ruangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri di Balai Kota Kediri, Jawa Timur. ANTARA Jatim/dokumen

Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengumumkan adanya tambahan pasien yang positif COVID-19, sehingga total di Kota Kediri ada tiga kasus.

"Kami umumkan ada satu warga terkonfirmasi positif COV8D-19. Saya harap warga di Perumahan Wilis 2, Kelurahan Pojok untuk berhati-hati," kata Wali Kota di Kediri, Jawa Timur, Rabu.

Warga yang positif terinfeksi virus corona itu diketahui mempunyai KTP Kabupaten Kediri, namun sehari-hari yang bersangkutan lebih banyak tinggal di Kota Kediri, tepatnya di Perumahan Wilis 2, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Wali Kota juga meminta warga yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan agar melapor, sehingga bisa diberikan solusi. Hal ini juga memudahkan proses pelacakan.

Baca juga: Tips Plt Kadinkes Kediri sembuh dari corona

Baca juga: Tiga warga Kabupaten Kediri positif COVID-19

Baca juga: Belasan santri diperiksa di Terminal Kediri cegah penyebaran corona


"Warga yang sempat bersinggungan, tolong memberikan keterangan yang jujur untuk pelacakan kepada petugas," ujar Mas Abu.

Ia juga meminta warga yang pernah kontak erat juga melakukan isolasi diri selama 14 hari. Jika ada keluhan, bisa menghubungi call center yang sudah disediakan oleh Pemkot Kediri.

"Berikutnya kami akan mengadakan atau memberlakukan isolasi mandiri dalam pengawasan. Jadi saya memohon warga untuk mematuhi peraturan itu," kata Mas Abu.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima mengatakan, untuk kasus positif corona nomor tiga ini, yang bersangkutan bekerja di Jakarta, dan setiap dua pekan sekali pulang ke Kota Kediri.

"Hasil penelusuran kasus #kedirikota 3 ini kerja di Jakarta dan tiap dua pekan sekali pulang ke Kota Kediri. Hasil swab dari kasus #kedirikota 3 ini sudah kami ketahui sejak Selasa (7/4)," kata dr. Fauzan Adima.

Pihaknya juga berencana melakukan rapid test terutama untuk kontak erat seperti keluarga yang tinggal satu rumah atau lokasinya yang berdekatan. Hal itu guna memastikan serta untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Karena rumahnya tinggal berdekatan dengan beberapa saudaranya, maka semua yang tinggal di dekat rumahnya akan dilacak dan yang sempat bersinggungan akan dilakukan tes cepat," kata Fauzan.

Di Kota Kediri, data per Rabu (8/4), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 143 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak tiga orang, dan yang terkonfirmasi tiga orang, dimana yang masih dirawat dua orang, dan yang dinyatakan sudah sembuh satu orang.*

Baca juga: Tiba di Jambi, 150 santri dari Lirboyo langsung di-"screening"

Baca juga: Dalam perawatan, satu PDP dan seorang ODP di Jombang-Jatim meninggal

Baca juga: Seorang warga Kediri kembali positif terinfeksi virus corona

Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar