Pendistribusian makanan ODP-PDP di Surabaya dilakukan secara tertutup

id pendistribusian makanan ODP-PDP,ODP,PDP,Pemkot surabaya,COVID-19,virus corona,penanganan corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Sejumlah petugas puskesmas mendistribusikan makanan untuk warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP) COVID-19 beserta keluarganya di Kota Surabaya. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Pendistribusian makanan rutin sehari tiga kali dalam sehari untuk warga Kota Surabaya, Jawa Timur, yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dengan pengawasan (PDP) COVID-19 beserta keluarganya dilakukan secara tertutup oleh petugas puskesmas.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya, Eddy Christijanto, di Surabaya, Kamis, mengatakan sesuai dengan aturan etika kesehatan, maka identitas mereka pun menjadi rahasia.

"Tidak boleh semua orang tahu. Makanya itu puskesmas membagikan permakanan, telur, pokak secara tertutup. Supaya tidak banyak orang tahu karena itu etika kesehatannya," katanya.

Menurut dia, pemberian makanan ini demi menjalankan physical distancing atau jaga jarak fisik antarindividu. Permakanan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 14 tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 60 tahun 2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pemberian Permakanan di Kota Surabaya.

Baca juga: Tindakan menolak pemakaman PDP corona bisa dipidana

Eddy menjelaskan, selain untuk menjalankan physical distancing, pemberian permakanan ini agar warga Surabaya yang statusnya sebagai ODP maupun PDP ini dapat menjaga imunitas tubuhnya dan dapat mengisolasi diri secara mandiri di rumahnya masing-masing serta terus diimbau tidak keluar rumah.

"Jadi physical distancing itu benar-benar berjalan. Kebutuhannya harus kita cukupi. Kita mungkin tidak bisa mengontrol mereka, tapi kita akan terus imbau supaya tidak keluar rumah," ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) Linmas Kota Surabaya ini pun menegaskan warga diimbau untuk disiplin dan mentaati aturan masa inkubasi selama 14 hari, terutama warga ODP dan PDP.

"Seperti yang disampaikan Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) upaya ini membutuhkan kebersamaan pemerintah dengan masyarakat. Artinya semua harus ikut bergerak," katanya.

Selain itu, lanjut dia, menu makanan bagi mereka rupanya tidak jauh berbeda dengan permakanan pada umumnya yakni menu sehat. Namun, yang membedakan adalah setiap kali pengiriman, permakanan ini juga ditambahi minuman tradisional (pokak) dan telur rebus.

"Standarnya Rp23 ribu per box. Kita tambah telur dan pokak jadi satu di dalamnya," katanya.

Tidak hanya sampai di situ, kata dia, Pemkot Surabaya juga memberikan kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, sikat, sisir rambut, sabun mandi dan beberapa kebutuhan lainnya kepada ODP. "Beberapa hari lalu sudah kami kirim ke mereka," katanya.

Eddy memastikan sampai dengan Rabu (4/8) jumlah ODP mencapai 917 dan PDP mencapai 367. Sehingga dari total tersebut semua akan diberi permakanan tanpa terkecuali sampai masa inkubasi berakhir.

"Kami mengikuti jumlah terupdate setiap harinya. Jadi dipastikan semua ODP dan PDP memperoleh permakanan," kata dia.

Baca juga: Penerima program permakanan di Surabaya capai 35.414 orang

 

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar