Baznas DKI bagikan masker untuk warga harus bekerja saat PSBB

id baznas/bazis dki,masker,covid-19,psbb

Relawan Layanan Aktif Baznas Bazis DKI Jakarta membagikan masker pada pengemudi bajaj di Jakarta, Rabu (8/4/2020) (ANTARA/HO/Baznas DKI)

Jakarta (ANTARA) - Dua hari menjelang penerapan Status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, BAZNAS (Bazis) DKI Jakarta membagikan sekitar 6.000 lembar masker kepada para pejuang keluarga yang terpaksa masih harus bekerja di luar rumah.

Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta Ahmad Luthfi Fathullah di Jakarta, Kamis mengatakan pemberian masker sengaja dilakukan sebelum diterapkan PSBB, sehingga ketika PSBB berlaku dan pemakaian masker di luar rumah sudah diwajibkan, para pejuang keluarga tersebut sudah memiliki pelindung wajah yang bisa dipakai berkali-kali.

"Karena itu, BAZNAS (Bazis) DKI sengaja memilih masker yang terbuat dari bahan kain untuk dibagikan, sehingga bisa dicuci dan dipakai kembali," katanya melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Pemprov terima bantuan ruang disinfektan dari Baznas Bazis DKI

Menurut dia, pembagian masker tersebut dilakukan di berbagai titik di ibukota, utamanya stasiun KRL, halte busway dan lokasi-lokasi yang masih terdapat banyak orang yang lalu lalang.

Komandan Layanan Aktif Baznas Bazis DKI Jakarta, Yudiman menambahkan sudah lebih dari 5400 lembar masker dibagikan di kawasan Stasiun Jakarta kota, Stasiun Manggarai, Halte Busway Harmoni.

Selain itu juga untuk para pedagang asongan, pedagang kaki lima, ojek online dan serempak di lima wilayah se DKI Jakarta yang di bagikan oleh para Relawan Layanan Aktif Baznas Bazis DKI Jakarta.

Menurut dia, pembagian masker untuk para pejuang keluarga dari Baznas Bazis DKI Jakarta bertujuan untuk membantu pencegahan penyebaran virus corona kepada masyarakat pekerja sektor nonformal yang tidak bisa bekerja dari rumah seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, ojek online dan lainnya yang sangat rentan terpapar virus corona.

Baca juga: Baznas (Baziz) DKI Jakarta siapkan antiseptik isi ulang di 1400 titik
 

Pewarta : Subagyo
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar