Kemenkes: Petugas jaga jarak dengan hewan cegah penularan COVID-19

id Covid ke hewan,hewan corona,hewan COVID-19, kebun binatang,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan para petugas atau orang yang berhubungan langsung dengan hewan di kebun binatang agar tetap menjaga jarak fisik guna mencegah dan mengantisipasi penularan COVID-19.

"Bagi orang yang merawat hewan-hewan, ini harus menjadi perhatian. Karena dikhawatirkan ada orang tanpa gejala menularkan virus ke hewan saat bertugas," kata Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Upaya pencegahan tersebut, katanya, bisa dengan cara tetap menjaga jarak fisik, memakai masker dan sarung tangan, serta mencuci tangan menggunakan sabun saat bekerja.

Baca juga: Kemenkes: Orang terinfeksi COVID-19 bisa tularkan ke hewan

Apalagi, dalam kondisi seperti saat ini, kata dia, hal-hal demikian harus diperhatikan betul. Sebab, sudah ada laporan hewan terinfeksi COVID-19 dari manusia.

Pertama, kasus anjing terinfeksi COVID-19 di Hongkong diketahui setelah dilakukan skrining. Kedua, seekor kucing dilaporkan terinfeksi di Belgia dan terakhir harimau betina di kebun binatang Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan kasus penularan COVID-19 dari manusia ke hewan tersebut ditambah lagi hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan, maka seharusnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Kesehatan Hewan sudah memahami dan menyadari permasalahan itu.

"Jadi kontak erat itu memegang peranan sekali. Kalau di hewan saja bisa menimbulkan penularan apalagi di manusia," ujarnya.

Baca juga: Pakar: Belum ada bukti hewan tertular COVID-19 akan menularkan lagi

Oleh sebab itu, lanjut Nadia, apabila kasus penularan dari manusia ke hewan juga terjadi di Indonesia, maka para tenaga medis termasuk dokter hewan harus siap pula menghadapinya. Terakhir, setiap hewan yang menunjukkan gejala sakit sebaiknya dikarantina untuk mengantisipasi penyakit tertentu.

Sebelumnya dilaporkan seekor harimau bernama Nadia di Kebun Binatang Bronx, New York, Amerika Serikat positif terinfeksi virus corona (COVID-19).

Harimau Malaya betina berusia empat tahun tersebut dites di Laboratorium Layanan Kedokteran Hewan Nasional Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) setelah harimau itu (dan enam kucing lain di kebun binatang) mengalami batuk kering.

Baca juga: PDHI Kalbar : COVID-19 ditularkan hewan kecil kemungkinan terjadi
Baca juga: Cegah corona, NTB tutup sementara pasar hewan
Baca juga: Dokter hewan: Perlu riset mendalam penularan COVID-19 ke hewan

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar