MPR pahami antisipasi pemerintah terkait defisit anggaran lima persen

id COVID-19,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019,Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kiri) berbincang dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan) saat melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan memahami jika pemerintah melakukan antisipasi terjadinya defisit anggaran pada tahun 2020 seiring upaya mitigasi wabah COVID-19 dengan menerbitkan perppu yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. 

"Mitigasi menghadapi wabah COVID-19 memerlukan banyak pendanaan. Kami mendukung pemerintah dalam mengantisipasi defisit anggaran dari tiga persen melalui Perppu menjadi lima persen lebih. Kami dukung," kata Zulhas dalam telekonferensi yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk mengantisipasi peningkatan defisit anggaran di 2020 menjadi 5,07 persen.

Menurut Zukhas, dalam menanggulangi bencana nonalam COVID-19 memerlukan langkah cepat salah satunya melalui Perppu tersebut. Selain itu, sudah dilakukan relokasi anggaran merespon COVID-19.

Baca juga: Jangan terprovokasi kelompok tak berempati terhadap situasi negara

"Ada anggaran pembangunan desa, anggaran masing-masing kementerian yang tidak pokok," kata dia.

Sementara di MPR, dia mengatakan sudah ada pemangkasan sekitar Rp36 miliar untuk menanggulangi COVID-19.

"Relokasi itu disegerakan untuk masyarakat yang sangat membutuhkan, yang terdampak PHK, di rumah tidak bekerja, agar bantuan segera mereka terima dari relokasi," katanya.

Zulhas mengatakan antisipasi defisit dari tiga persen ke lima persen merupakan cadangan terakhir jika COVID-19 terus meluas.

Wakil Ketua MPR juga mengingatkan setiap pemangku kepentingan untuk selalu menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan cadangan pangan yang cukup tentu tantangan di depan diatasi dengan baik, termasuk karena COVID-19.

"Seberat apapun seluruh Indonesia akan kita atasi ini. Yang kita khawatirkan cadangan pangan kita. Maka kami imbau pemerintah stok pangan betul-betul harus mendapat perhatian dan imbau agar semua kita di daerah optimalkan lahan kita yang dianugerahkan Allah Swt," katanya.

Baca juga: MPR: Info penanggulangan COVID-19 agar satu suara

Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar