Beasiswa luar negeri mahasiswa Papua Barat segera ditransfer

id Papua Barat, dampak corona, dampak covid-19, pendemi corona, mahasiswa luar negeri, beasiswa, afirmasi pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba. ANTARA/Toyiban

Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat segera mentransfer anggaran beasiswa bagi mahasiswa yang kini menempuh pendidikan di luar negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba di Manokwari Rabu menyebutkan jumlah mahasiswa Papua Barat di luar negeri yang dibiayai pemerintah daerah saat ini lebih dari 100 orang yang tersebar di beberapa negara seperti Jerman, Australia, dan Selandia Baru.

Baca juga: Papua Barat putus keterlibatan rekanan tangani beasiswa luar negeri

"Anggaran sudah siap, SPM-nya (surat perintah membayar) sudah ada di keuangan. Dalam pekan ini mudah-mudahan sudah dikirim," ucap Barnabas.

Ia menyebutkan jumlah anggaran beasiswa bagi ratusan mahasiswa dari kalangan putra-putri asli Papua itu sekitar Rp30 miliar. Pengiriman akan dilakukan melalui Bank Nasional Indonesia (BNI) Cabang Manokwari ke rekening masing-masing.

Baca juga: Freeport Indonesia kirim empat putra Papua belajar ke AS

Saat ini Pemprov Papua Barat sedang melakukan realokasi APBD untuk diarahkan pada penanganan serta dampak penyebaran virus corona.

Dowansiba memastikan tidak ada pengurangan nilai pada anggaran beasiswa program afirmasi pendidikan tersebut. Nilainya tetap sesuai data yang tercantum dalam daftar program dan anggaran (DPA) Dinas Pendidikan tahun 2020.

Baca juga: 500 beasiswa Adem disiapkan untuk Papua Barat

"Tidak ada pemotongan karena ini berkaitan juga dengan dana kemanusiaan. Mereka berada di negara yang punya kasus COVID-19 lumayan tinggi dan mereka tidak bisa pulang, sehingga mereka masuk dalam daftar masyarakat terdampak," katanya menjelaskan.

Dowansiba bersyukur tidak ada mahasiswa Papua Barat di luar negeri yang terkonfirmasi positif corona. Mereka pun diimbau agar tetap menjaga kesehatan serta mengikuti instruksi pemerintah setempat.

"Sekarang ini tidak ada negara yang aman, termasuk Indonesia. Hampir seluruh negara di dunia saat ini sedang berperang melawan pandemi corona," ujarnya lagi.

Ia menambahkan, anggaran yang dikirim Pemprov Papua Barat sudah termasuk biaya makan harian. Mahasiswa diminta memanfaatkan secara tepat agar tidak mengalami kesulitan ekonomi selama pandemi corona masih berlangsung.

Pewarta : Toyiban
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar