Sudah 10 kota dan kabupaten terapkan PSBB cegah penyebaran COVID-19

id achmad yurianto ,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Sudah 10 kota dan kabupaten terapkan PSBB cegah penyebaran COVID-19

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Rabu (15/4/2020). ANTARA/HO-www.covid19.go.id/pri.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan sudah 10 kota dan kabupaten yang telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan penularan dan penyebaran virus COVID-19.

"Ada 10 kabupaten kota yang sudah terapkan PSBB seperti DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Pekanbaru," kata Yuri dalam jumpa pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu.

PSBB ini adalah upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Dia juga berharap masyarakat melaksanakan pembatasan aktivitas sosial dan jaga jarak fisik (physical distancing) sebagai kampanye yang awal mencapai tujuan tersebut.

Pembatasan aktivitas sosial ini bisa melindungi semua yang rentan terhadap penularan COVID-19 yang pada akhirnya mengurangi angka penderita serta menyelamatkan jiwa.

Baca juga: Gugus Tugas Penanganan COVID-19 targetkan 10.000 tes PCR per hari

Baca juga: 22.000 relawan bergabung dalam Gugus Tugas Penanganan COVID-19

Baca juga: Pemerintah minta siswa manfaatkan program "Belajar dari Rumah" di TVRI


Dia juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan semangat tenggang rasa saat bangsa ini sedang diuji oleh pandemi COVID-19.

Saat ini jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 11.165 orang dan yang sudah terkonfirmasi positif mencapai 5.136 melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang hasilnya bisa diketahui saat itu juga (realtime).

Sedangkan total kasus sembuh per Rabu pukul 12.00 WIB, mencapai 446 orang dan meninggal dunia sebanyak 468 orang.

Untuk pengujian antigen berbasis real time PCR itu, kata dia, dilakukan di 32 laboratorium di seluruh Indonesia.

Beberapa laboratorium juga ditingkatkan kapasitasnya, baik menambah mesin dan menambah laboratorium baru yang dilengkapi dengan alat sesuai standar.

Data terakhir provinsi yang terdampak COVID-19 sebanyak 34 lokasi, dan kota/kabupaten mencapai 196 lokasi.

Dalam kesempatan itu ia meminta agar masyarakat mematuhi jarak aman dalam berkomunikasi setidaknya satu hingga dua meter, menggunakan masker jika terpaksa ke luar rumah dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.*

Baca juga: Pemerintah apresiasi donasi masyarakat untuk penanggulangan COVID-19

Baca juga: Jubir sebut 27 ribu orang telah diperiksa "real time" PCR

Baca juga: Banten ajukan permohonan PSBB kepada Kemenkes RI

Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar