Semarang (ANTARA News) - Perbaikan jalan rusak sepanjang 2.539 kilometer yang tersebar di seluruh wilayah di Jawa Tengah ditargetkan selesai pada H-7 sebelum Idul Fitri pada September 2009.

"Sesuai kontrak, perbaikan jalan mulai dikerjakan sejak 27 Februari 2009. Mudah-mudahan H-7 Lebaran perbaikan sudah selesai semua dan bisa kembali normal," kata Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo, di Semarang, Kamis.

Terlebih lagi, kata dia, perbaikan jalan rusak yang dilakukan di sejumlah daerah mencapai 60 persen. "Kami optimistis sisanya akan selesai sebelum Lebaran," ujarnya.

Ia mengatakan, perbaikan jalan rusak di masing-masing daerah berbeda-beda, disesuaikan dengan tingkat kerusakan jalannya. "Jika memang parah dan sering terkena banjir, maka dilakukan peninggian dengan pembetonan. Sedangkan kerusakan yang tidak parah dapat dilakukan pengaspalan biasa atau cukup ditambal sulam dengan aspal," ujarnya.

Pembetonan ataupun pengaspalan jalan, lanjut Danang, dilakukan secara spot-spot menyesuaikan kerusakan jalan yang terjadi. "Pasalnya, alokasi dana yang tersedia untuk perbaikan jalan di Jateng hanya Rp250 miliar," ujarnya.

"Dana tersebut harus mencukupi untuk perbaikan jalan rusak yang tersebar di seluruh wilayah di Jateng," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kerusakan jalan terparah terjadi di daerah Purwodadi, sedangkan di daerah lain kerusakannya relatif sedang.

Perbaikan jalan dengan pengecoran diklaim lebih awet jika terkena banjir dan dapat bertahan hingga 10 tahun lebih dibandingkan dengan pengaspalan.

"Untuk pengecoran memang butuh biaya yang cukup besar, sehingga harus dilakukan dengan skala prioritas," ujarnya.

Dengan adanya pengecoran jalan dan perbaikan lainnya, dia berharap, aktivitas masyarakat tidak akan terganggu lagi dengan kondisi jalan yang rusak.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009