Asosiasi berharap fintech perencanaan keuangan kurangi dampak Covid-19

id asosiasi,fintech,perencanaan keuangan,covid-19

Asosiasi berharap fintech perencanaan keuangan kurangi dampak Covid-19

Ketua Harian Aftech Mercy Simorangkir (kedua dari kiri) dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (16/10/2019). ANTARA/Aji Cakti

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Fintech Indonesia atau Aftech berharap teknologi keuangan (fintech) dalam bentuk perencanaan keuangan dapat mengurangi dampak negatif ekonomi dari pandemi Covid-19.

"Fintech dalam bentuk financial planner ini yang kami coba kedepankan dan memiliki kapasitas serta kapabilitas untuk membantu bersama-sama mengurangi dampak negatif dari pandemi COVIDd-19, terutama dari perekonomian," ujar Ketua Harian Aftech, Mercy Simorangkir dalam seminar daring di Jakarta, Selasa.

Menurut Mercy, selain menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari, pandemi COVID-19 juga berdampak terhadap perekonomian secara menyeluruh.

Secara keseluruhan dalam waktu dua bulan sejak kasus pertama COVID-19 diumumkan di Indonesia, performa sebagian besar sektor industri mengalami penurunan dan daya beli masyarakat juga mengalami penurunan.

"Kemudian kita melihat di berbagai pemberitaan bahwa pelaku usaha, terutama UMKM mengalami dampak signifikan dan sangat rentan terhadap krisis ekonomi, seperti mengalami penurunan permintaan, volume transaksi, kemudian kesulitan cash flow, meningkatnya kebutuhan pendanaan yang tidak disertai dengan ketersediaan pendanaan yang mencukupi. Kemudian efisiensi produksi juga mengalami dampak negatif," katanya.

Mercy juga mengatakan bahwa mengingat bentuk usaha fintech itu sangat beragam, tidak hanya terkait dengan sistem pembayaran dan peer to peer lending, namun ada juga fintech yang bentuknya perencanaan keuangan.

"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa solusi fintech yang ada sekarang ini bukan hanya digunakan untuk keperluan usaha namun juga bagi keperluan pribadi, keuangan pribadi lebih tepatnya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam seminar daring bertajuk "Mengelola Keuangan Pribadi dan Usaha di tengah Pandemi COVID-19".

Sebelumnya Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) meminta para pelaku industri fintech untuk melaksanakan imbauan pemerintah untuk bekerja dari rumah atau working from home.

Executive Director of Marketing Communication & Community Development Aftech,Tasa Nugraza Barley memastikan bahwa penyesuaian kegiatan operasional ini tidak akan mengganggu pelayanan dan tidak mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada para konsumen.

Aftech meyakini bahwa teknologi dapat membantu masyarakat menjalankan kegiatan sesuai dengan kebutuhannya walaupun harus bekerja secara terpisah dan dari jarak jauh. Aftech berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak untuk membantu mengatasinya.

Baca juga: Pemerintah perlu perkuat perlindungan data nasabah fintech
Baca juga: AFPI: Fintech beda dengan bank soal restrukturisasi pinjaman daring
Baca juga: AFPI ungkap tingkat NPL "fintech lending" masih sehat selama corona

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar