Total warga Padang yang sembuh COVID-19 sudah 20 orang

id pasien sembuh covid 19,kabar baik,berita baik,sembuh dari covid

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid. ANTARA/Ikhwan Wahyudi/am.

Padang, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat total warga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang sudah sembuh hingga 2 Mei 2020 mencapai 20 orang.

"Dari 108 terkonfirmasi positif sebanyak 20 orang dinyatakan sembuh hingga saat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang, Sabtu.

Menurut dia pasien yang telah dinyatakan sembuh telah melalui dua kali tes swab untuk memastikan tidak ada lagi virus di tubuhnya.

Setelah dinyatakan sembuh yang bersangkutan sudah bisa berinteraksi dan beraktivitas sebagaimana biasa.

Ia menjelaskan minimal butuh waktu 14 hari untuk seseorang dapat dinyatakan sembuh sejak pertama kali terinfeksi.

"Ini juga tergantung daya tahan tubuh yang membentuk antibodi untuk melawan virus tersebut," kata dia.

Sementara hingga 2 Mei 2020 terdapat 2.645 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 119 orang tanpa gejala, 31 orang dalam pemantauan, 148 pasien dalam pengawasan, 108 positif, 12 meninggal, 35 negatif, 20 sembuh dan lima orang menunggu hasil.

Untuk pasien positif tersebar di 43 kelurahan dari total 104 kelurahan yang berada di 10 kecamatan.

Ia menyampaikan virus corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Adapun sarana penularan meliputi tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19 dan memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.

Selain itu kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan.

Kemudian ia mengimbau semua warga, tidak hanya di zona merah, namun semua wilayah untuk sementara waktu tidak bepergian ke tempat umum.

"Kalau pun terpaksa harus bepergian usahakan pakai masker, kita tidak pernah tahu ada orang yang ternyata pembawa virus, namun tanpa gejala," katanya.

Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar