Garuda mulai terbangi Jambi-Jakarta, bawa 32 penumpang

id garuda,bandara jambi, sulthan thaha, jambi, penerbangan, garuda, citilink

Suasana pelayanan penumpang di Bandara Sulthan Thaha dalam penerbangan kriteria pengecualian selama pandemi COVID-19. ANTARA/Dokumentasi AP II Bandara Jambi

Jambi (ANTARA) - Maskapai Garuda Indonesia melakukan penerbangan pertama rute Jambi-Jakarta pascapembukaan kembali penerbangan kriteria pengecualian dengan mengangkut 32 penumpang, Senin.

Berangkat dari Bandara Jambi tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Garuda dengan nomor penerbangan GA-127 itu, selain membawa 32 penumpang, juga membawa 4,14 ton kargo.

"Tadi, Alhamdulillah, ada 32 penumpang, satu penumpang bisnis dan 32 ekonomi. Kami juga membawa 4.128 kilogram kargo udara," kata Manager Sales dan Services Garuda Area Jambi Firman Nazar.

Sementara, pesawat dari Jakarta ke Jambi membawa 45 penumpang.

Baca juga: Bukan untuk mudik, Garuda mulai penerbangan Jambi-Jakarta 11 Mei

Ia menyebutkan pemeriksaan penumpang cukup ketat dengan mengikuti protokol dengan kriteria pengecualian.

"Calon penumpang datang lebih awal ke bandara karena pemeriksaan dan pengecekan perlu waktu lama untuk isi dokumen," kata Firman.

Sementara itu, Eksekutif General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi M Hendra Irawan menyebutkan pesawat Garuda terbang sesuai dengan jadwal semula.

"Garuda melayani penerbangan pertamanya setelah kembali dibuka. Rencananya mereka terbang Senin dan Kamis," katanya.

Irawan menyebutkan, pada Senin ini ada dua maskapai yang terbang yakni Garuda dan Citilink.

"Citilink juga operasional hari ini," katanya.

Datang dari Jakarta dengan membawa delapan penumpang, Citilink terbang dengan nomor QG-965 kembali tujuan Bandara Soekarno-Hatta dengan dua penumpang.

Sementara itu, Lion Grup rencananya menerbangi rute Jambi-Jakarta mulai Selasa (12/5/2020), setelah batal terbang pada Minggu karena tak ada penumpang.

Baca juga: Penerbangan Jambi-Jakarta bakal beroperasi lagi mulai Minggu
Baca juga: Wali Kota Jambi harapkan penerbangan kargo tetap ada

Pewarta : Syarif Abdullah
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar