Pedagang pasar sebut daya beli warga Lebak membaik usai pencairan BLT

id lebak,Daya beli masyarakat,Pencairan BLT

Sejumlah pedagang Pasar Rangkasbitung menyatakan daya beli masyarakat Kabupaten Lebak sejak sepekan terakhir ini terjadi kenaikan pasca-pencairan dana bantuan langsung tunai (BLT) akibat dampak pandemi virus corona atau COVID-19.

Lebak (ANTARA) - Sejumlah pedagang Pasar Rangkasbitung menyatakan daya beli warga Kabupaten Lebak sejak sepekan terakhir mulai membaik, usai adanya pencairan dana bantuan langsung tunai (BLT), untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19.

"Kami sangat kewalahan melayani konsumen," kata Enjum, seorang pedagang bahan pokok di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat.

Ia mengatakan membaiknya daya beli masyarakat ini membuat omzet pedagang mengalami perbaikan yang cukup signifikan.

Menurut dia, kondisi itu tidak hanya disebabkan oleh kenaikan permintaan masyarakat terhadap bahan kebutuhan pokok seiring dengan makin dekatnya perayaan Lebaran, tapi juga karena pencairan dana BLT.

Baca juga: Lebih dari dua juta keluarga sudah terima bansos tunai

"Kami beberapa hari terakhir ini omzet pendapatan cukup lumayan dibandingkan dengan pekan lalu," katanya menjelaskan.

Begitu juga pedagang Pasar Rangkasbitung lainnya, Yani, yang memastikan bahwa pencairan dana BLT sangat berpengaruh terhadap pendapatan pedagang.

Padahal, pada dua pekan memasuki Ramadhan, pembeli pasar sempat sepi dan penjualan sayuran tidak laku.

Namun, saat ini terjadi kenaikan pendapatan, bahkan pedagang bisa meraup keuntungan bersih Rp450.000, setelah sebelumnya hanya meraih Rp100.000 per hari.

"Kami yakin naiknya daya beli warga itu pasca-pencairan dana BLT," katanya.

Baca juga: Satgas Pangan kawal distribusi beras ke tujuh daerah defisit beras

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Agus Reza mengatakan
persediaan harga pokok yang mencukupi dan harga yang relatif stabil telah membantu membaiknya daya beli.

Kondisi ini juga didukung oleh pencairan dana BLT yang tujuannya untuk membantu peningkatan konsumsi masyarakat.

Oleh karena itu, kebanyakan warga mulai membeli kebutuhan bahan pokok mulai gula, lauk pauk, sayuran untuk kebutuhan selama Ramadhan.

"Kami mengapresiasi harga bahan pokok tetap stabil, meski terjadi peningkatan konsumsi warga selama Ramadhan," katanya.

Baca juga: Pemkot Depok imbau masyarakat tak membeli bahan pokok berlebihan

Baca juga: Pembelian bahan makanan melalui e-commerce meningkat saat COVID-19


 

Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar