Pemkot Samarinda tetapkan status tanggap darurat banjir

id update banjir Samarinda

Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang usai meninjau sejumlah titik lokasi banjir di Samarinda, Senin (25/5/2020) malam. ANTARA/Arumanto

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Kota Samarinda telah menerbitkan surat keputusan penetapan status keadaan tanggap darurat banjir dan tanah longsor menyusul musibah banjir yang terjadi di wilayah Ibu Kota Provinsi Kaltim tersebut dalam tiga hari terakhir.

Surat yang ditandatangani Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang tersebut telah terbit sejak 22 Mei 2020 atau bertepatan dengan musibah banjir pertama di Kota Samarinda.

"Saya terus melakukan koordinasi kepada para camat, khususnya yang warganya terdampak banjir untuk terus memonitor, dan siapa memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Syaharie Jaang, usai meninjau sejumlah titik lokasi banjir, Senin malam.

Baca juga: 30.894 warga Samarinda terdampak banjir
Baca juga: Bantu korban banjir, pemerhati sungai dirikan posko di Gunung Lingai 
 

Dia menjelaskan dalam surat tersebut tertulis jika status tanggap darurat dilakukan setelah adanya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda serta mengantisipasi bencana alam sejak dini dimana masa tanggap darurat ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai 22 Mei hingga 4 Juni mendatang.

"Kami telah memberikan tembusan surat ini kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI dan Gubernur Kaltim serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim," jelasnya.

Menurut Jaang, banjir tahun ini memang cukup besar dan sangat berdampak pada aktifitas ekonomi masyarakat yang tengah bertarung melawan pandemi COVID-19.

"Marilah kita sama- sama saling bergotong-royong untuk membantu warga yang terkena musibah, Pemerintah akan terus hadir memberikan bantuan, dan berharap musibah ini segera berakhir," tegasnya.

Baca juga: Banjir tidak menghalangi warga menunaikan Shalat Id di Samarinda
Baca juga: Kota Samarinda dikepung banjir di malam Lebaran


Saat ini, tercatat sepuluh kelurahan di tiga kecamatan mengalami bencana alam berupa banjir, diantaranya di Kelurahan Sempaja, Sungai Pinang dan Samarinda Ulu.

Ratusan warga terpaksa mengungsi sementara meninggalkan kediaman mereka yang terendam air dengan ketinggian berbeda mulai dari 30 centimeter hingga 1 meter.

Baca juga: Warga terdampak banjir di Samarinda mulai mengungsi
Baca juga: Banjir di Samarinda meluas, sejumlah akses jalan lumpuh total

 


Pewarta : Arumanto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar