ACT distribusikan zakat pada masyarakat terdampak pandemi COVID-19

id Pandemi COVID-19, ACT distribusikan zakat fitrah, zakat, ACT berbagi kebahagiaan

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) membagikan paket lebaran kepada masyarakat yang membutuhkan. (ANTARA/HO-ACT)

Jakarta (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) ikut berbagi kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan dengan mendistribusikan zakat fitrah hingga ratusan paket beras setiap harinya.

Seorang penerima paket lebaran dari ACT Indriyani mengaku senang mendapatkan paket tersebut. Ia merupakan salah satu yatim yang mendapatkan paket lebaran dari ACT.

Wajah sumringah terlihat dari remaja yang tinggal bersama ibu dan seorang kakak dan adiknya di Kampung Areman, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, ini.

"Terima kasih ACT. Indri dapat kado Lebaran,” ungkap ibunda Indriyanj, Ida Faridah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Selain Indri, paket lebaran untuk yatim juga hadir bagi puluhan yatim lainnya.

Kepala ACT Cabang Depok Gunawan Mukti Aji menjelaskan, paket lebaran yang diberikan ke yatim itu berupa kebutuhan pangan serta uang santunan.

Melalui program itu diharapkan bisa menjadi penghibur pada hari raya, khususnya bagi yatim yang menerima.

"ACT sendiri tak libur selama Hari Raya Idul Fitri. Sejak lebaran, ACT terus mendistribusikan paket pangan lewat program Humanity Care Line. Sekarang paket lebaran untuk yatim,” kata Gunawan.

Gunawan menambahkan setiap harinya ada 100-200 paket beras yang diantarkan ke seantero Depok hingga Kabupaten Bogor. Bahkan pada hari raya, jumlah paket yang diantar tak berkurang.

Di sisi lain, bantuan pun terus disebarkan, salah satunya melalui anggota Humanity Bikers dari Humanity Care Line.

Anggota Humanity Bikers dari Humanity Care Line, Ari, mengaku sejak hari hari pertama Idul Fitri dia tetap bertugas mengantarkan paket pangan ke masyarakat.

“Ini tanggung jawab ya. Lebaran sekarang kan juga lagi ada wabah, beda sama Lebaran tahun sebelumnya. Banyak orang yang mungkin sedang kesulitan makan, sekali pun sedang hari raya,” kata Ari.

Ari mengaku tak masalah dengan waktunya yang harus dipenuhi untuk menunaikan kewajiban sebagai pekerja kemanusiaan. Di samping itu ada tantangan tersendiri saat mengantar.

"Kalau misalkan tidak ada orang di rumahnya (penerima manfaat), saya titipkan ke tetangga. Tapi setelah itu saya konfirmasi ke penerima manfaat beserta bukti foto penyerahan ke tetangga. Bagaimanapun ini amanah besar titipan masyarakat Indonesia untuk masyarakat prasejahtera yang ekonominya sedang terdampak corona,” ujar Ari yang juga merupakan korban PHK dari perusahaan sebelumnya.

Cerita lainnya berasal dari Kampung Muka, Jakarta Utara, yakni seorang guru mengaji, Marfuah, yang tak lagi mengajar anak-anak mengaji karena pandemi menghentikannya. Otomatis pemasukannya per bulan pun terhenti.

“Libur semuanya (anak-anak). Selama pandemi ini ya, tidak ada (pemasukan). Jadi ya di rumah saja,” ujarnya.

Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan yang berbeda baginya karena kebutuhan selama bulan puasa, ia andalkan dari bantuan.

"Ya (untuk kebutuhan sehari-hari) mengandalkan bantuan dari ACT, seperti beras, mi instan, sarden. Waktu sahur sempat ada pembagian nasi juga. Ya alhamdulillah, ada bantuan. Kemarin kan ACT ada pembagian beras juga, lalu ada telur dan minyak juga bantuan dari orang lain. Jadi untuk lebaran ini kita masak opor telur," kata Marfuah.

Selain mengetuk pintu Marfuah, tim ACT juga membagikan sajian Humanity Food Truck kepada ratusan warga lainnya. Sebanyak 500 paket makanan siap santap didistribusikan kepada warga dan sebagian dilakukan dari rumah ke rumah untuk memastikan imbauan pemerintah menjaga jarak fisik tetap terlaksana.

ACT berkomitmen untuk terus membagikan beras gratis sebanyak 1.000 ton, memberdayakan 10.000 petani, mendukung 1.000 UKM dan juga berikhtiar membagikan satu juta masker kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Masyarakat dapat ikut berpartisipasi melalui tautan indonesiadermawan.id/BersamaSelamatkanBangsa . 


Pewarta : Indriani
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar