Bank Mantap optimalkan digitalisasi layanan pensiunan di normal baru

id Bank mantap

Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi memberikan sambutan saat Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap I tahun 2019 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu. ANTARA/Citro Atmoko

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mengoptimalkan digitalisasi layanan kepada para pensiunan melalui kanal elektronik seperti mobile banking dan anjungan tunai mandiri (ATM) memasuki era normal baru yang beradaptasi dengan pandemi COVID-19.

"Kami sudah siapkan strategi sehingga operasional perusahaan di tengah new normal ini tetap sesuai dengan protokol kesehatan," kata Direktur Utama Bank Mantap Josephus Triprakoso dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, persiapan tersebut sesuai dengan arahan Kementerian BUMN terkait antisipasi skenario normal baru Badan Usaha Milik Negara.

Tak hanya layanan kepada nasabah, operasional bank yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali ini juga menyesuaikan protokol kesehatan mulai dari sumber daya manusia dan budaya, proses dan teknologi, serta keberlangsungan bisnis.

Sejumlah perubahan dilakukan anak usaha dari induk Bank Mandiri dan Taspen itu di antaranya pegawai hingga nasabah wajib menggunakan masker.

Kemudian, petugas akan mengecek suhu tubuh sebelum memasuki gedung, menyediakan sanitasi tangan di area lobi hingga menyediakan lokasi khusus untuk penerimaan barang melalui transportasi daring.

Sementara itu, untuk ruang kerja sudah diatur jarak antarkursi minimal satu meter dan mereka wajib mengenakan masker.

Untuk ruang kerja terbuka, lanjut dia, juga ditambahkan pembatas akrilik dan ruang kerja disemprot disinfektan setiap akhir pekan.

"Kami sambut era new normal dengan optimistis. Era ini tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi dengan persiapan yang maksimal," katanya.

Sementara itu, terkait realisasi kinerja bank yang didirikan di Denpasar, Bali, itu mencatat total kredit yang disalurkan pada 2019 mencapai Rp20,31 triliun.

Sebagian besar kredit diserap sektor pensiunan untuk kebutuhan produktif, sesuai dengan segmentasi korporasi.

Sedangkan realisasi kredit untuk debitur UMKM tahun lalu mencapai Rp16,44 triliun.

Baca juga: Cegah COVID-19, Bank Mantap ubah waktu layanan

Baca juga: Bank Mantap targetkan 8.000 nasabah pensiunan di Jateng pada 2020

Baca juga: Bank Mantap catatkan obligasi Rp1 triliun dalam PUB Tahap I

 

Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar