Kasus baru positif COVID-19 di NTB bertambah 28 orang

id Virus Corona,COVID-19,NTB

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariadi. ANTARA/Nur Imansyah

Mataram (ANTARA) - Kasus baru positif COVID-19 di Nusa Tenggara Barat kembali bertambah 28 orang berdasarkan laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 NTB, Kamis.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariadi mengatakan temuan kasus baru itu berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 254 sampel oleh empat laboratorium, yakni Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium TCM RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD HL Manambai Abdulkadir, dan Laboratorium PCR Genetik Sumbawa Technopark.

"Dari 254 sampel, hasilnya 213 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 28 sampel kasus baru positif COVID-19," ujar Gita.

Sekda NTB ini merincikan, kasus-kasus baru positif tersebut, tersebar di empat kabupaten kota di NTB. Yakni, Kota Mataram 13 orang, Kabupaten Lombok Barat tujuh orang, Lombok Timur juga tujuh orang dan Lombok Tengah satu orang, sehingga jumlah penambahan kasus baru positif menjadi 28 orang.

Diantara kasus positif tersebut, sebutnya terdapat pasien anak-anak tiga orang yang berasal dari Kabupaten Lombok Timur, yakni pasien nomor 575, inisial LH, perempuan berusia 1,6 tahun warga Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik. Selanjutnya, pasien nomor 578 inisial A perempuan berusia 2 bulan, warga Desa Songak, Kecamatan Sakra, dan pasien nomor 579 inisial LAH, laki-laki berusia 5 tahun warga Desa Aikmel, Kecamatan Aikmel.

"Ketiga pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit COVID-19. Bahkan, riwayat kontak dengan orang sakit COVID-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD R Soedjono Selong dengan kondisi baik," terangnya.

Baca juga: 67 tenaga kesehatan di NTB positif COVID-19
Baca juga: Polda NTB sosialisasikan pencegahan COVID-19 dengan patroli bersepeda


Untuk itu, dengan semakin banyaknya kasus COVID-19 pada kelompok usia bayi dan balita maka masyarakat diharapkan untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit tersebut, karena kelompok usia ini rentan terhadap penularan penyakit.

"Orang tua harus lebih perhatian terhadap kesehatan bayi dan balitanya serta tidak membawa mereka keluar rumah tanpa pengawasan dan berkumpul di tempat-tempat keramaian," harap Gita.

Selain kasus baru positif, pada hari ini juga lanjut Sekda NTB, terdapat penambahan tiga orang yang sembuh dari COVID-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya dinyatakan negatif.

Mereka yang sembuh diantaranya, dua orang dari Kota Mataram, yakni pasien nomor 146 inisial MM (59) laki-laki warga Kelurahan Pejeruk, Kecamatan Ampenan dan pasien nomor 308 inisial SAKSW (35) perempuan warga Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, dan satu orang dari Lombok Timur, yakni pasien nomor 441 berinisial F (42) laki-laki warga Desa Sakra, Kecamatan Sakra.

"Dengan adanya tambahan 28 kasus baru terkonfirmasi positif, tiga tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif COVID-19 di NTB sebanyak 590 orang, dengan perincian 276 orang sudah sembuh, 10 meninggal dunia, serta 304 orang masih positif dan dalam keadaan baik," jelas Sekda NTB.

Karena itu, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan COVID-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Baca juga: H+1 Lebaran saat pandemi, objek wisata pantai di Mataram-NTB sepi
Baca juga: Perayaan Idul Fitri NTB di tengah Pandemi COVID-19 terpantau kondusif


Sementara itu, terkait jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.167 orang dengan perincian 517 orang (44%) PDP masih dalam pengawasan, 650 orang (56%) PDP selesai pengawasan/sembuh dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.538 orang, terdiri dari 207 orang (4%) masih dalam pemantauan dan 5.331 orang (96%) selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif COVID-19, namun tanpa gejala sebanyak 5.773 orang, terdiri dari 2.099 orang (36%) masih dalam pemantauan dan 3.674 orang (64%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit COVID-19 sebanyak 60.010 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 4.099 orang (7%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 55.911 orang (93%).

"Ada penambahan PDP sebanyak 46 orang terdiri dari Kota Mataram 15 orang, Lombok Barat 24, Lombok Timur lima dan Sumbawa satu orang. Begitu juga penambahan ODP sebanyak 25 terdiri dari Kota Mataram lima orang, Lombok Tengah satu orang, Lombok Barat sembilan orang dan Lombok Timur 10 orang," katanya.

Baca juga: Gubernur NTB ajak warga ambil hikmah positif di balik COVID-19
Baca juga: Kasus baru positif COVID-19 di NTB menurun


 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar